UMK JATENG 2015
Bagaimana Anak Kami Bisa Sekolah Tinggi Jika UMR Segini
Bagaimana Anak Kami Bisa Sekolah Tinggi Jika UMR Kota Semarang Segini? kata pendemo FSPMI di Balaikota (8/6)
Penulis: adi prianggoro | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, A Prianggoro
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Puluhan buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal indonesia (FSPMI) Kota Semarang mendatangi Balaikota Semarang, Senin (08/06/2015) siang. Mereka mengeluhkan upah minimum regional (UMR) Rp 1.685.000 yang dirasa kurang layak untuk kota sebesar Semarang.
"Bagaimana anak kami bisa sekolah tinggi untuk jadi pejabat jika upahnya hanya sebesar itu dan ditambah lagi mahalnya biaya pendidikan," ujar orator demo, Zaenal Abidin.
Puluhan pendemo berbaris rapi di depan Gerbang Balai Kota Semarang. Mereka yang memakai kaus seragam warna hitam kombinasi merah itu tiba pukul 10.00. Pendemo menuntut bertemu dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, namun akhirnya ditemui olek Sekda Kota Semarang Adi Tri Hananto.
"Kalau upah kita sekitar Rp 1,6 juta dirasa layak, coba wali kota hidup dengan sejumlah uang tersebut. Apakah mampu?," tambah ketua Dewan Pimpinan Cabang FPSMI Kota Semarang, Muhron.
Sekda Kota Semarang, Adi Tri Hananto yang menemui pendemo berjanji akan menampung aspirasi masyarakat. "Tentu kami mengkomunikasikan dengan pihak terkait untuk masalah jaminan pensiun dan upah layak. Wali Kota besok baru pulang kemudian akan diagendakan audiensi dengan teman-teman buruh secepatnya," kata Adi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/demo-buruh-di-balaikota-semarang-8-juni_20150608_185331.jpg)