Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kiper Persipur Pilih Berjualan Gas Elpiji akibat Kompetisi Dihentikan

Kiper Persipur Purwodadi, Yoga Arif Wahyu Utomo (28) mengisi waktu dengan berjualan tabung gas melon di rumahnya

Tayang:
Penulis: puthut dwi putranto | Editor: rustam aji
Kiper Persipur, Yoga Arif Wahyu Utomo (28), saat ditemui di rumahnya di Jalan Kiai Haji Agus Salim Nomor 7, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Sabtu (06/06/2015). Usai penghentian kompetisi sepak bola, Yoga beralih profesi berjualan tabung gas melon untuk menyambung hidup. 

Kiper Persipur Purwodadi, Yoga Arif Wahyu Utomo (28) mengisi waktu dengan berjualan tabung gas melon di rumahnya, pascapenghentian semua kompetisi sepakbola Tanah Air.

YOGA sapaan pemain bertinggi 180 cm ini mulai berjualan gas elpiji ukuran 3 kilogram dalam dua bulan terakhir.
Saat ditemui Tribun Jateng di rumahnya, Sabtu (6/6) siang, Yoga tengah sibuk mengantarkan pesanan tabung gas dari satu rumah ke rumah yang lain di kampung halamannya. Dengan mengendarai sepeda motor, Yoga terlihat sudah terbiasa melakukan delivery order tabung gas elpiji.

Mayoritas para pelanggan Yoga merupakan warga sekitar rumahnya. Konsumen bisa datang langsung membeli tabung gas melon ke rumah Yoga atau tabung gas bisa diantar langsung ke rumah setelah melalui pemesanan.

"Dalam sehari maksimal saya bisa menjual 200 biji tabung gas melon. Saya kulakan tabung gas melon melalui distributor,” kata warga Jalan Kiai Haji Agus Salim, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan.

Yoga semula juga canggung memulai bisnis ini, namun ketika harus menghadapi kenyataan bahwa ia tidak bisa lagi bermain sepakbola, maka dia memantapkan diri berwiraswasta. “Bukannya apa-apa, ini adalah realita kehidupan yang harus saya jalani. Penghentian kompetisi sepak bola adalah sebuah pembunuhan bagi kami, " tutur Yoga.

Meski demikian, Yoga yang bercita-cita menjadi penjaga gawang sejak kecil ini tetap rutin melatih fisik agar sewaktu-waktu kompetisi bergulir, ia siap turun lapangan. Latihan yang dia jalani melalui sepakbola antarkampung (tarkam). "Seminggu tiga kali ikut sepak bola tarkam. Saya sangat mencintai dunia olahraga khususnya sepakbola. Saya tak bisa berhenti, " ujar Yoga.

Kini, putra almarhum Sugiyanto dan almarhumah Nur Wahyuningsih itu berharap kisruh antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) segera terurai. Paling tidak, kompetisi sepakbola di Indonesia bisa kembali bergulir, sehingga dia bersama seluruh pemain dapat kembali beraksi.

"Semoga kompetisi sepakbola kembali diadakan. Sehingga kami bisa bermain kembali di lapangan, " kata Yoga.

Yoga mengawali karir sebagai pemain sepakbola di Persipur pada 2004. Ia bermain empat tahun di Persipur, sampai akhirnya bergabung Semarang United pada 2011 – 2012. Ia juga pernah mengenyam pengalaman bersama PSIS Semarang pada 2012 - 2013 sebelum akhirnya kembali bergabung Persipur pada 2015.(Puthut Dwi Putranto)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved