Jumat, 22 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sigit Ibnugroho: Kalau Dimintai Mahar, Silakan Pilih Kader Lain

Persaingan internal balon wali kota dan wakil wali kota Semarang semakin ramai menjelang turunnya rekomendasi dari masing-masing partai

Tayang:
Penulis: adi prianggoro | Editor: rustam aji
tribunjateng/adi prianggoro
Sigit Ibnugroho Sarasprono 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, A Prianggoro

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Persaingan internal bakal calon (balon) wali kota dan wakil wali kota Semarang semakin ramai menjelang turunnya rekomendasi dari masing-masing partai dan koalisi yang diperkirakan akan keluar pada Juli mendatang. Setujukah para balon itu mengeluarkan “uang mahar” untuk memperoleh rekomandasi?

Balon wali kota yang mendaftar lewat koalisi Gerindra-PAN, Sigit Ibnugroho Sarasprono, secara terang-terangan menyatakan menolak adanya “mahar” untuk mendapatkan rekomendasi.

“Kalau dari awal sudah mengeluarkan uang, itu tidak pas dan tidak mendidik serta bisa mengarah korupsi. Saya maju sebagai kader partai dan ingin membesarkan partai. Kalau masih dimintai mahar, silakan usung kader yang lain saja,” kata Sigit kepada Tribun Jateng, Jumat (12/6/2015).

Sigit mengungkapkan bila lebih memilih menyalurkan uangnya kepada kaum-kaum marjinal atau untuk mendukung biaya kampanyenya. Ia yang baru saja mendeklarasikan kemajuan sebagai balon walikota dengan didukung sedikitnya 30 organisasi kemasyarakatan dan lembaga swadaya masyarakat itu mengaku “mahar” bisa menjebaknya dalam ranah tindak pidana korupsi.

“Saya lebih memilih menyalurkan bantuan kepada masyarakat ketimbang uangnya untuk mahar. Dengan cara yang saya pilih ini saya bisa berdialog dengan masyarakat supaya tahu sosok pemimpin seperti apa yang diinginkan masyarakat Kota Semarang ini,” katanya.

Pendapat berbeda diungkapkan oleh balon wakil walikota Semarang dari PDIP Widhi Handoko. Pejabat notaris-PPAT ini mengakui telah menyiapkan sejumlah materi atau disebutnya amunisi untuk maju dalam pencalonan pemilihan walikota dan wakilkota 2015. “Kalau amunisi dan materi tentu saja saya sudah menyiapkan jauh-jauh hari, namun patut dicatat bila ini bukan uang mahar karena tidak tepat penyebutnya,” kata Widhi.

Widhi mengungkapkan, saat ini memang dibutuhkan materi untuk persiapan pilwakot. Di antaranya kebutuhan untuk meningkatkan elektabilitas dan popularitas, uang untuk membayar saksi saat pencoblosan, dan kebutuhan lain. Widhi yang mendapat dukungan dari ribuan massa yang tergabung dalam Arisan Keluarga Wonogiri-Semarang (Akalgirang) bagian Selatan itu optimis mampu mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP Pusat.

“Dari awal saya maju hanya ingin mengabdi, itu saja. Melalui ide dan pemikiran saya sebagai seorang pengajar saya ingin berkontribusi langsung ke masyarakat,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved