Tanoto Foundation
Lewat Dongeng dan Bermain, Anak-Anak Daycare Semarang Diajak Lepas dari Gawai
Kegiatan mendongeng ini merupakan bagian dari edukasi literasi yang mengangkat tema penggunaan gawai secara bijak pada anak.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Suara tepuk tangan kecil bersahut-sahutan di ruang bermain anak Daycare Kota Semarang, Jalan Durian Raya, Pedalangan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Kamis (21/5/2026).
Di daycare di bawah naungan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang itu, anak-anak duduk di lantai membentuk formasi setengah lingkaran bersama pengasuh, menatap sosok pendongeng di depan mereka.
"Coba duduk rapi. Satu, dua, tiga, empat, lima, enam. Sekarang ikuti Kak Kempho. Tepuk satu!" seru pendongeng, Kempho Antaka, sambil mengajak anak-anak bertepuk tangan.
Baca juga: Program Tanoto Foundation Fellowship 2026 Kembali Dibuka, Ajak Generasi Muda Transformasi Pendidikan
"Tepuk satu!"
"Satu!" jawab anak-anak kompak.
"Dua di atas!"
"Dua!"
Suasana langsung riuh penuh tawa ketika Kempho berseloroh, "Sate!"
"Kalau sate enggak usah tepuk." Anak-anak pun tertawa lepas. Ice breaking sederhana itu menjadi pembuka sebelum dongeng dimulai.
Dengan gaya hangat dan interaktif, Kak Kempho, sapaan akrab Kempho Antaka, mengajak anak-anak berbincang ringan tentang kebiasaan pagi mereka.
"Siapa pagi ini sudah mandi?" tanyanya lantang.
Tangan anak-anak kecil langsung terangkat tinggi. Pertanyaan demi pertanyaan mengalir ringan, mulai dari gosok gigi hingga mandi memakai sabun, membuat anak-anak semakin antusias mengikuti kegiatan.
Setelah suasana terkondisi, dongeng pun dimulai.
Kak Kempho membuka buku berjudul "Misi untuk Raka", sebuah cerita anak tentang penggunaan gawai secara bijak. Anak-anak tampak fokus memperhatikan ilustrasi besar berwarna cerah di halaman buku.
"Ada gambar anak kecil. Bajunya warna apa?" tanya Kak Kempho.
| Dari Kotak Susu ke Tiket KA, Cara Guru SD di Patean Kendal Bikin Numerasi Jadi Menyenangkan |
|
|---|
| Inovasi Guru SD di Kendal, Ajak Murid Hitung Pengeluaran Rumah Pakai Metode Detektif Angka |
|
|---|
| Cara Seru Belajar Pencemaran Lingkungan Lewat Eco-Rotation, Inovasi Guru SDN Danawarih 03 Tegal |
|
|---|
| Sudiyanti Guru SMPN 2 Pangkah Tegal Ajak Murid Manfaatkan Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi |
|
|---|
| Suasana Sekolah Lebih Hangat, Nur Aripiyah Kepsek SDN Gumalar 2 Tegal Hadirkan Strategi Lentera Hati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260522_Pendongeng-Kempho-Antaka.jpg)