Hendi Menyapa Warga dari Atas Bendi Saat Kirab Dugderan
Ratusan warga tumpah ruah menyaksikan Kirab Dugderan 2015, Selasa (16/06) siang.
Penulis: adi prianggoro | Editor: tri_mulyono
Laporan Wartawan Tribun Jateng, A Prianggoro
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ratusan warga tumpah ruah menyaksikan Kirab Dugderan 2015, Selasa (16/06) siang.
Massa memenuhi halaman Balaikota di Jalan Pemuda, tempat dimulainya arak-arakan, hingga sepanjang jalan menuju Masjid Kauman di dekat Pasar Johar. Arak-arakan puluhan bendi yang sebagian besar dipasangi replika Warak Ngendok itu berangkat mulai pukul 13.30.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan istrinya, Krisseptiana Hendrar Prihadi naik bendi. Mereka tersenyum ramah seraya menyapa masyarakat yang berdiri di sepanjang Jalan Pemuda hingga Masjid Kauman.
Hendi, demikian sapaan akrab Hendrar Prihadi, dan istrinya mengenakan pakaian berwarna merah memasuki tempat upacara diiringi pasukan.
Kedatangan Wali Kota kemudian disambut dengan penampilan para penari dan beberapa pasukan yang menggotong Warak Ngendok.
Pada tradisi Dugderan itu, Hendi berperan sebagai Kanjeng Bupati Raden Mas Tumenggung Arya Purbaningrat, yakni Bupati Semarang yang konon pertama kali menggelar tradisi Dugderan pada tahun 1881.
Proses pembacaan shuhuf diikuti penabuhan bedug dan bunyi dentuman meriam, pembagian kue ganjel rel, dan air hataman Alquran, dilanjutkan kirab menuju Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/peserta-kirab-dugderan-di-semarang_20150616_171100.jpg)