Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Destinasi Jawa Tengah

Sejarah Kudus Menjadi Kota Kretek Terekam di Museum Ini

Kudus dinobatkan sebagai Kota Kretek kendati tak memiliki kebun tembakau. Asal usul dan perkembangannya terekam di Museum Kretek Kudus ini.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: rika irawati
tribunjateng/mamdukh adi priyanto
Museum Kretek Kudus menempati lahan seluas 2,5 hektar di Desa Getaspejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM - "Tidak ada kebun tembakau kok Kudus bisa jadi Kota Kretek? Akhirnya, saya tahu dan menemukan jawaban di Museum Kretek Kudus ini," kata Yanto, warga Pecangaan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.


video: tribun jateng/mamdukh adi priyanto

Rokok kretek memang menjadi sumber penghidupan masyarakat Kudus. Banyak pabrik rokok kretek yang tumbuh dan berkembang di kabupaten ini.

Mengajak istri dan anak, Yanto terlihat antusias memutari seisi ruangan Museum Kretek Kudus. Dia memerhatikan secara seksama alat tradisional pembuat rokok kretek dan produk kretek zaman dahulu yang memenuhi ruang pamer museum.

Bukan untuk mengenalkan rokok jika Yanto mengajak turut serta buah hati. Dia ingin, sang anak mengetahui sejarah dan perkembangan industri yang ada.

Pengunjung melihat koleksi rokok kretek di Museum Kretek Kudus
Pengunjung melihat koleksi sigaret kretek di Museum Kretek Kudus. (tribun jateng/mamdukh adi priyanto)

Di museum ini juga tersimpan dokumen sejarah keberadaan awal pabrik rokok di Kudus hingga dekade 1990-an, dilengkapi contoh perlengkapan yang digunakan. Termasuk di antaranya, dokumentasi kiprah Nitisemito, pendiri Pabrik Rokok Bal Tiga.

Nitisemito termasuk pengusaha rokok sukses di eranya. Mendirikan pabrik rokok tahun 1917, dia memanfaatkan mobil hias bahkan helikopter sebagai sarana promosi. Hadiah mobil bagi penukar longsong rokok menjadi strategi menggenjot penjualan.

Diorama yang menggambarkan proses produksi dan suasana pabrik rokok kretek ditempatkan di beberapa sudut museum. Ada juga minibioskop, yang bisa menampung hingga 20 orang, yang memutar film dokumenter terkait industri rokok kretek. Pengunjung harus membayar Rp 20.000 untuk menikmatinya.

Miniatur yang menceritakan proses pembuatan rokok kretek merupakan satu koleksi Museum Kretek Kudus
Miniatur yang menceritakan proses pembuatan rokok kretek merupakan satu koleksi Museum Kretek Kudus. (tribun jateng/mamdukh adi priyanto)

Museum ini dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus yang menggelontor dana Rp 4 miliar dari pos bagi hasil cukai dan tembakau serta para pengusaha rokok yang tergabung dalam Persatuan Pengusaha Rokok Kudus (PPRK) tahun 1985

Museum yang digagas Gubernur Jawa Tengah era 1980, Supardjo Rustam, itu memiliki 1.195 koleksi. Termasuk di antaranya, benda-benda promosi rokok di masa lalu hingga masa kini.

Museum yang menempati lahan seluas 2,5 hektar di Desa Getaspejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa tengah, itu tak hanya memiliki ruang pamer. Ada pula bangunan rumah adat kudus ukuran 8x10 meter buatan abad 17. Sementara di belakang bangunan mesuem, terdapat wahana bermain anak berupa papan luncur dan ayunan, serta arena bermain air.

Papan penunjuk arah di Museum Kretek Kudus
Papan penunjuk arah di Museum Kretek Kudus. (tribun jateng/mamdukh adi priyanto)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved