Kisah Misteri Batu Raksasa di Jalan Tol Cipali
Romli yang tinggal di kaki Gunung Salam percaya, Batu Bleneng memiliki kekuatan gaib sehingga batu seukuran bus kota itu tidak bisa dipindahkan maupun
Haryanto, warga Walahar, tak percaya Batu Bleneng memiliki kekuatan gaib. Menurutnya, Batu Bleneng adalah batu gunung biasa yang kebetulan berukuran sangat besar. Secara kebetulan pula, batu itu terletak di dekat sekumpulan makam.
"Kalau saya tidak percaya, itu hanya kebetulan saja," katanya. Tentang alasan jalan tol di kawasan itu berbentuk letter S, Haryanto mengatakan bahwa hal itu terjadi karena tidak adanya kesepakatan harga antara pemilik lahan dan panitia pembebasan tanah.
Saat yang sama, pemilik lahan di lokasi alternatif bersedia menerima harga yang ditawarkan panitia pembebasan lahan. Maka konstruksi jalan pun berbelok mengikuti letak lahan yang bisa dibebaskan.
Namun penjelasan Romli maupun Haryanto belum bisa dikonfirmasikan ke pihak-pihak yang terlibat pembebasan tanah dan pembangunan Jalan Tol Cipali di wilayah Walahar.
Kecelakaan
Jalan Tol Cipali yang diresmikan Presiden Joko Widodo 13 Juni lalu, bakal mengubah pola arus mudik dari Sumatera dan bagian barat Jawa ke Jawa bagian tengah maupun timur.
Pemudik tahun ini diperkirakan bakal meninggalkan jalur pantai utara (pantura) yang pada tahun-tahun lalu didera kemacetan hingga belasan jam.
Sejumlah pengendara telah membuktikan, perjalanan Jakarta Cirebon lewat Jalan Tol Cipali hanya membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam.
Sementara bila lewat pantura, Jakarta-Cirebon harus ditempuh dalam tempo sekitar 5-6 jam. Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Djoko Sasono memperkirakan, jalan tol sepanjang 116,7 km tersebut dapat menurunkan beban kendaraan di jalur pantura sekitar 40 persen.
Kritik keras atas pengoperasian Jalan Tol Cipali adalah tingginya angka kecelakaan lalu lintas. Polda Jawa Barat mencatat, sejak diresmikan Jokowi hingga 23 Juni, atau selama 10 hari, terjadi 30 kecelakaan di Jalan Tol Cipali. Sebagian di antaranya menelan korban jiwa.
Menurut Kapolda Jabar Irjen Moechgiyarto, salah satu titik rawan kecelakaan adalah Km 94. Mayoritas kendaraan yang mengalami kecelakaan adalah kendaraan yang mengarah ke Cikampek.
Dilihat dari jenisnya, kecelakaan yang kerap terjadi di Cipali adalah tabrak belakang dan kecelakaan tunggal. Penyebab kecelakaan tunggal di antaranya adalah mengantuk dan menghindari hewan yang menyeberang di Jalan Tol Cipali. (Tribun Jateng)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ruas-jalan-tol-cikopo-palimanan-cipali-subang_20150623_172522.jpg)