Transportasi
Liburan Hemat dan Nyaman Naik KA Kalijaga
Kereta Api (KA) Kalijaga bisa menjadi pilihan transportasi saat berlibur dari Semarang ke Solo atau sebaliknya. Selain nyaman, kereta ini cukup murah.
Penulis: rika irawati | Editor: rika irawati
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rika Irawati
TRIBUNJATENG.COM - Melanjutkan traveling dari Semarang ke Solo, atau sebaliknya, menggunakan Kereta Api (KA) Kalijaga memberi kesan berbeda. Tak sekadar murah, pemandangan yang disuguhkan di sepanjang perjalanan pun cukup menyegarkan sehingga menambah semangat menjelajah kota yang dituju.
KA Kalijaga merupakan kereta ekonomi yang melayani jalur Semarang-Solo dari Stasiun Poncol menuju Stasaiun Purwosari. Menempuh jarak sekitar 114 Km, perjalanan dua kota tersebut bisa ditempuh dalam waktu sekitar 2,5-3 jam dengan kecepatan 50-90 km/jam.
video: tribun jateng/rika irawati
Jadwal keberangkatan kereta yang diluncurkan sejak 15 Februari 2014 ini hanya sekali dari dan ke kota tujuan. Ini disebabkan rangkaian kereta tersebut hanya melayani rute Semarang-Solo dan tidak ada terusan ke kota lain.
Sebaiknya, jangan terlalu mepet membeli tiket. Meski lima menit sebelum kereta tiba, petugas di loket penjualan di stasiun masih melayani, biasanya kereta tidak berhenti lama. Di setiap stasiun, kereta hanya berhenti sekitar lima menit.
Fasilitas di kereta yang namanya diambil dari Sunan Kalijaga (satu dari sembilan Walisongo) itu cukup lengkap. Kursi yang empuk juga Air Conditioner (AC) yang cukup dingin. Kamar mandi yang terletak di dekat sambungan gerbong bisa digunakan kapan saja. Begitu pula stop kontak yang berada di setiap dek kursi, membantu mengisi tenaga gadget yang mungkin tidak sempat diisi penuh.

Penumpang bergegas naik KA Kalijaga di Stasiun Tawang Semarang. (Tribun Jateng/Rika Irawati)
Kursi di kereta ini saling berhadapan. Masing-masing untuk lima penumpang di sisi kanan dan empat penumpang di sisi kiri. Tersedia tempat meletakkan tas di atas kursi untuk Anda yang membawa barang cukup banyak.
Jika Anda sedang menempuh perjalanan dari Semarang ke Solo, mintalah kursi di sisi kanan untuk melihat pamandangan berupa pegunungan. Begitu pula saat Anda tengah menuju Kota Semarang dari Solo. Di sisi kanan, Anda akan melihat sunrise yang menyembul di antara pepohonan jati atau terlihat bulat sempurna di atas hamparan sawah. Hamparan sawah, kebun jagung atau tembakau, juga hutan jati mendominasi pemandangan di sepanjang perjalanan.
Meminta posisi tempat duduk yang menguntungkan mungkin dilakukan lantaran penumpang KA Kalijaga relatif sedikit. Bahkan, saat libur sekolah atau weekend pun, okupansi kereta yang memiliki tujuh gerbong dan kapasitas 636 penumpang ini tidak pernah penuh.

Petugas mengecek tiket penumpang KA Kalijaga. (Tribun Jateng/Rika Irawati)
Sepanjang perjalanan, KA Kalijaga akan berhenti di dua stasiun. Yakni, Stasiun Kedungjati dan Stasiun Gundih. Keduanya terletak di Grobogan dan menjadi stasiun percabangan jalur rel kereta menuju Surabaya.
Jika memungkinkan, mintalah izin kepada petugas di kereta api untuk turun sebentar di Stasiun Kedungjati sekadar mengambil foto atau selfie. Stasiun yang resmi beroperasi sejak 1873 itu memiliki arsitektur unik. Peron di stasiun ini dibuat dari batu bata yang tak berplester.
"Cat di Stasiun Kedungjati, juga unik, merah dan hijau. Meski stasiun-stasiun yang dilewati tidak terlalu besar, tapi bangunannya ternyata cukup bersejarah," ungkap Ayunda Hestiana, pejalan asal Kendal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kereta-api-ka-kalijaga_20150706_231132.jpg)