Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Uang Pemkot Semarang Hilang

Mantan Karyawati Bank Ini Membuat Bingung Para Polisi

Mantan Karyawati Bank Ini Membuat Bingung Para Polisi

Tayang:
Penulis: adi prianggoro | Editor: iswidodo
Mantan karyawati BTPN, Dyah Ayu (berkerudung) saat awal-awal pemeriksaan terkait kasus raibnya dana deposito Pemkot Semarang Rp 22 miliar. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, A Prianggoro

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mantan pegawai BTPN Semarang yang diduga membawa kabur uang puluhan miliar rupiah, Dyah Ayu Kusumaningrum (DAK), diminta menunjukkan sejumlah tempat fotocopy, Jumat (10/07) sore. Namun, DAK malah membuat sejumlah penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polrestabes Semarang berputar-putar dan akhirnya kecele.

Pantauan Tribun Jateng, Dyah yang memakai baju dan kerudung putih menumpang satu mobil Toyota Innova warna putih plat nomor H818AK dengan sejumlah penyidik. Dyah didampingi penasihat hukumnya, Prayitno.

Ada satu mobil lain Daihatsu Xenia bernopol plat nomor E-144-LS yang di dalamnya juga sejumlah penyidik menumpang mobil lain mengikuti Dyah. Kedua mobil tersebut berangkat dari Mapolrestabes pukul 16.00 menuju ke Jalan Arjuna, di daerah sebuah kampus swasta di kawasan tersebut.

Rombongan dua mobil tersebut beriringan menyusuri gang-gang di kawasan kampus kemudian rombongan berhenti di depan sebuah persewaan komputer Citranet di Jalan Arjuna, Kelurahan Pendrikan Kidul, Semarang Tengah. Penyidik bersama Dyah lalu turun dari mobil. Saat diminta menunjukkan lokasi tempat pembuatan dan penggandaan berkas dokumen deposito Pemkot, Dyah tampak kebingungan.

Dyah yang berstatus sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi Kas Daerah (Kasda) Pemkot Semarang itu mengaku lupa alamat kepada penyidik. Dyah dan penyidik lalu masuk ke ruko persewaan tersebut dan menanyakan ke karyawan yang sedang bekerja di sana.

Kepada penyidik, karyawan persewaan itu mengaku tidak pernah menerima order seputar penggandaan dokumen deposito pemkot. Mereka di sana sekitar 10 menit. Rombongan meninggalkan lokasi dan mencari tempat persewaan pengetikan lainnya. Dyah kemudian berjalan menuju persewaan Inoedesign di Jalan Arjuna No 34 Semarang.

Penyidik yang berangsur mulai terlihat lelah pun akhirnya bertanya kepada Dyah. "Mbak Dyah berbohong ya?," tanya salah seorang penyidik kepada Dyah.
"Sumpah Pak, saya nge-print-nya (sertifikat deposito pemkot) di daerah sini. Saya tidak bohong," jawab Dyah. Dyah dan para penyidik akhirnya kembali ke Mapolrestabes sekitar pukul 17.00. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved