Arus Balik Lebaran
38 Agen Bus Mulai Masuk Terminal Mangkang Hari Ini
Terhitung sejak 20 Juli, para agen-agen bus sepakat untuk menaikkan penumpang dari Terminal Mangkang. Ada sekitar 38 agen yang sudah membuka agen
Penulis: adi prianggoro | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Wartawan Tribun Jateng, A Prianggoro
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Terminal Bus Mangkang mulai diramaikan oleh puluhan pengunjung pada Arus Balik Lebaran ini.
Pantauan Tribun Jateng, mulai Senin (20/07) petang dan Selasa (21/07/2015), puluhan bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dan antarkota antarprovinsi (AKAP) masuk ke Terminal Mangkang permenitnya. Puluhan penumpang yang kebetulan hendak balik ke Jakara pun menunggu di ruang tunggu yang biasa kondisinya sepi.
Kepala Terminal Mangkang, Joko Umboro Jati mengungkapkan bila pihaknya ramainya penumpang bertepatan dengan arus balik dan pemberlakuan aturan bus harus menaikkan penumpang dari terminal.
"Terhitung sejak 20 Juli, para agen-agen bus sepakat untuk menaikkan penumpang dari Terminal Mangkang. Ada sekitar 38 agen yang sudah membuka agen di sini (Mangkang- Red)," kata Joko kepada Tribun Jateng, Selasa (21/07).
Joko menyatakan, pihaknya sudah menyiapkan dua armada Damri yang bertugas khusus mengangkut para penumpang bus yang membeli tiket di agen-agen sepanjang Kalibanteng - Mangkang.
Penyediaan layanan bus itu untuk memudahkan calon penumpang datang ke Terminal Mangkang dan tidak naik dari titik-titik agen sepanjang jalan tersebut. "Kemarin (Senin- Red) bus Damri itu masing-masing sudah melayani 8 kali penjemputan penumpang dari agen-agen.
Joko menambahkan, para pedagang juga sudah diminta tertib dan berjualan di kios-kios yang telah tersedia. Penataan pedagang dan agen-agen tersebut merupakan bagian dari satu upaya Joko untuk membuat penumpang mau masuk ke Terminal Mangkang.
"Bus pun demikian, seluruh armada wajib masuk ke terminal. Jika ada yang membandel maka kami akan menyarankan untuk pembekuan izin," ungkap Joko.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Bus Malam (Abisma) Kota Semarang, Yanto memberikan apresiasi dan mendukung langkah Joko mewajibkan seluruh bus masuk ke terminal.
Namun, Yanto menyesalkan masih ada dua perusahaan otobus (PO) besar yang nekat menaikkan penumpang dari agen di daerah Jrakah.
"Mestinya petugas Dinas Perhubungan tegas dan memberi sanksi kepada mereka yang melanggar. Jika tidak ada tindakan maka menimbulkan kecemburuan bus-bus dari PO lain," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/terminal-mangkang-semarang-okk_20150625_210738.jpg)