Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pilwakot Semarang

Sigit Dipotong di PKB Tapi Memotong di Golkar

Sigit Dipotong di PKB Tapi Memotong di Golkar

Penulis: adi prianggoro | Editor: iswidodo
tribunjateng/adi prianggoro
DEKLARASI- Sigit dan Agus Sutyoso deklarasi di hotel Santika Semarang, Minggu 26 Juli 2015, siang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- "Pertarungan saya dengan Pak Marmo (Soemarmo, red) di Jakarta pada dua hari terakhir hingga Sabtu ini sangat hebat. Saya menyebutnya fantastis," kata Sigit Ibnugroho Sarasprono kepada Tribun Jateng, Sabtu (25/7) malam.

Aroma persaingan antara Sigit dan Soemarmo untuk memperoleh surat rekomendasi dari seluruh partai selain PDI Perjuangan, sangatlah terasa. Keduanya rajin mengadakan pertemuan dengan sejumlah pimpinan partai di tingkat cabang (daerah tingkat II).

Upaya di Kota Semarang itu, ternyata berlanjut hingga di Jakarta. Sigit dan Soemarmo dikabarkan sudah berada di Jakarta sejak Kamis (23/7) untuk melakukan ‘gerilya’ ke sejumlah pimpinan pusat parpol.

Selama di Jakarta, Sigit mengaku sempat bercucuran keringat karena beberapa partai merubah keputusannya pada menit-menit terakhir. Sigit mencontohkan, setelah bertemu dengan pengurus PKB pada Kamis (23/7) malam, ia sudah sangat "pede" akan mendapat rekomendasi dari partai itu.

"PKB sebenarnya sudah ke saya pada Kamis (23/7) malam, namun Sabtu (25/7) pagi berubah ke Pak Marmo. Mungkin Pak Marmo lebih fantasis sehingga PKB lepas dari tangan saya," ujar pengusaha kelahiran 29 Januari 1975 ini.

Meski kalah di PKB, lanjut Sigit, ia mengaku lega karena bisa memotong rekomendasi dari Golkar. Menurutnya, partai berlambang pohon beringin itu semula sudah mengeluarkan surat rekomendasi kepada Soemarmo. "Tetapi saya dipanggil Pak Wisnu Soehardono (Ketua DPD 1 Golkar Jateng) dan akhirnya surat rekomendasi jatuh di tangan saya. Saya dipotong Pak Marmo di PKB, tetapi saya juga bisa memotong Pak Marmo di Golkar," ungkap Sigit.

Selain soal potong memotong, Sigit juga mengaku sempat kecewa terhadap PKS yang sudah diajaknya berkomunikasi jauh-jauh hari, tapi akhirnya ‘berpindah ke lain hati.’

"Kekecewaan saya bertambah ketika akhirnya PKS yang notebene mengklaim partai berkomitmen memberantas korupsi justru memilih yang lain. Saya prihatin karena komitmen memberantas korupsi dipertaruhkan dengan kursi wakil wali kota," ujar Sigit.

Meski begitu, Sigit pun lega karena telah mengantongi rekomendasi dari sejumlah partai. Ia pun siap untuk bersaing dengan dua calon lainnya yang merupakan mantan wali kota Itu. "Saya ada di tengah antara pak Marmo dan Pak Hendi. Saya akan bertarung jujur dan bersih, kemudian masyarakat yang akan menilai siapa yang pantas memimpin," terang Sigit.

Sementara itu, kepada Tribun Jateng, Soemarmo tidak berbicara soal persaingan dan saling potong rekomendasi sebagaimana disampaikan Sigit. Bahkan, ia enggan menyebut partai yang sudah memberikan rekomendasi kepadanya.  

"Kita lihat besok saja (hari ini) sekalian saat saya mendaftar. Saya tipe orang yang tidak mau mengklaim partai apa saja yang akan jadi kendaraan. Kalau saya sudah mendapat bukti fisik surat rekomendasi seperti saat ini, saya baru bisa memberi pernyataan," ungkap Soemarmo.

Hari ini, Seomarmo berendana mendatangi KPU untuk mendaftar sebagai calon wali kota Semarang, berpasangan dengan Zubair Syafawi. Ketika ditanya tentang Zubair, Soemarmo mengaku bila sebelumnya telah menjalin komunikasi dengan pengurus DPP PKS itu. "Pasangan bakal calon itu ibarat orang menikah. Ada yang lama pacarannya tapi tidak jadi menikah tapi ada pula yang baru kenal lalu pacaran kemudian langsung menikah. Nah, kami ini pasangan yang tergolong baru kemudian menikah," kata Soemarmo. (tribunjateng/ape)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved