Minggu, 10 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Destinasi Jawa Tengah

Lima Tradisi Unik Syawalan di Jawa Tengah

Di Jawa Tengah, Lebaran Ketupat dirayakan secara meriah dan unik. Berikut tradisi Syawalan yang diabadikan Tribun Jateng di lima kota dan kabupaten.

Tayang:
Editor: rika irawati
tribun jateng/wahyu sulistiyawan
Gunungan buah-buahan di arak dalam Sesaji Rewanda Syawalan di Gua Kreo, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Kamis (23/7). 

TRIBUNJATENG.COM - Di Jawa Tengah, Lebaran ketupat dirayakan secara meriah. Bahkan, di lima kota dan kabupaten, tradisi yang digelar sepekan pascalebaran atau lebih dikenal Syawalan ini digelar secara unik. Apa saja yang dilakukan? Berikut laporan wartawan Tribun Jateng.

Replika kapal berisi sesajen yang akan dilarung di laut dalam acara Pesta Lomban <a href='https://jateng.tribunnews.com/tag/syawalan' title='Syawalan'>Syawalan</a> di <a href='https://jateng.tribunnews.com/tag/jepara' title='Jepara'>Jepara</a>.
Replika kapal berisi sesajen yang akan dilarung di laut dalam acara Pesta Lomban Syawalan di Jepara, Jumat (24/7). (tribun jateng/mamdukh adi priyatno)

1. Pesta Lomban di Jepara
Syawalan yang dikenal sebagai Pesta Lomban di Jepara ditandai dengan melarung sesaji di tengah laut, Sabtu (25/7). Mengambil start dari Dermaga Jepara dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujung Batu, ratusan warga dan muspida membawa sesaji berupa kepala kerbau, ayam panggang utuh (ingkung), jajanan pasar, kupat serta lepat menggunakan puluhan kapal. Uniknya, ada 14 kapal utama yang membentuk formasi 1-4-3-6 yang melambangkan tahun hijriah.

Setelah mengarungi laut beberapa saat, sesaji yang berada di kapal yang ditumpangi bupati dilarung. "Ini menjadi bentuk ungkapan syukur kami kepada Yang kuasa atas berkah yang diberikan selama ini. Juga, menjadi penyemangat kami untuk bekerja keras, meraih kesejahteraan yang lebih baik bagi keluarga," kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Jepara, Sudiyatno.

Jepara memang dikenal sebagai kabupaten bahari. Hasil laut menjadi satu komiditas utama.
Setelah upacara larung sesaji, rombongan merapat ke Dermaga Pelabuhan Kartini. Di lapangan di kawasan Pantai Kartini, dua gunungan kupat lepet yang tak ikut dilarung diperebutkan warga. Tahun ini, jumlah kupat lepet yang disajikan berjumlah 2015 sesuai tahun masehi.

Gunungan kupat lepet di arak dalam Festival Sewu Kupat tradisi <a href='https://jateng.tribunnews.com/tag/syawalan' title='Syawalan'>Syawalan</a> di Taman Wisata Colo, lereng Gunung Muria, <a href='https://jateng.tribunnews.com/tag/kudus' title='Kudus'>Kudus</a>.
Gunungan kupat lepet di arak dalam Festival Sewu Kupat tradisi Syawalan di Taman Wisata Colo, lereng Gunung Muria, Kudus, Jumat (24/7). (tribun jateng/yayan isro roziki)

2. Kupatan di Kudus
Tahun ini, Lebaran ketupat di Kota Santri digelar di delapan tempat selama dua hari, mulai Jumat (24/7) hingga Sabtu (25/7). Di antaranya, mengarungi Sungai Piji menggunakan perahu di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo. Warga dipungut biaya Rp 6.000 per orang untuk jarak tempuh 500 meter.

Selain mengarungi sungai, Syawalan juga diperingati lewat Festival Sewu Kupat di Taman Wisata Colo, tepatnya di lereng Gunung Muria. Uniknya, ribuan ketupat dan lepet itu disusun dalam 25 gunungan yang selanjutnya diperebutkan warga. Sebelumnya, gunungan yang telah didoakan di kompleks makam Sunan Muria itu diarak sejauh 1,5 kilometer, diiringi tembang Sinom Parijoto karya Sunan Muria menuju Taman Wisata Colo. Di tempat inilah, gunungan ketupat dan lepet yang diyakini membawa berkah itu perebutkan warga.

"Kami yakin, ketupat ini membawa berkah. Sebab, sebelumnya telah didoakan para ulama di makam Sunan Muria," ujar Suyadi (42), warga Kecamatan Nalumsari, Jepara, yang tak pernah absen mengikuti Festival Sewu Kupat itu.

Peserta Sedekah Laut <a href='https://jateng.tribunnews.com/tag/syawalan' title='Syawalan'>Syawalan</a> di <a href='https://jateng.tribunnews.com/tag/demak' title='Demak'>Demak</a>.
Peserta mengarungi laut dalam Sedekah Laut Syawalan di Demak, Jumat (24/7). (tribun jateng/puthut dwi putranto)

3. Sedekah Laut di Demak
Sebagai wilayang yang berada di pinggir laut, warga Demak menggelar Syawalan dalam acara sedekah laut. Puncak acara ditandai melarung sesaji berupa tumpengan di perairan sekitar Pantai Morodemak, Kecamatan Bonang.

" Acara syawalan ini merupakan wujud syukur kita kepada Allah atas limpahan rejeki yang diberikan. Semoga, ke depan, menjadi lebih baik," kata Bupati Demak, Dachirin Said.

Larung sesaji juga dilakukan nelayan di Desa Bungo, Kecamatan Wedung. Di tempat ini, sebagai ungkapan syukur, nelayan melepas kepala kambing yang ditata dalam miniatur kapal dari batang pisang, ke laut lepas. Acara ditutup dengan santap bersama di atas kapal di tengah laut.

Warga berebut Gunungan Sego Kethek dalam Sesaji Rewanda di Gunungpati, Kota Semarang.
Warga berebut Gunungan Sego Kethek dalam Sesaji Rewanda di Gunungpati, Kota Semarang, Kamis (23/7). (tribun jateng/m syofri kurniawan)

4. Sesaji Rewanda di Kota Semarang
Acara yang digelar di Kampung Talun Kacang, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, ini ditandai dengan kirab empat gunungan. Masing-masing gunungan berisi buah-buahan, ketupat dan lepet, sayur mayur, serta sego kethek atau nasi lauk yang dibungkus daun jati.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved