Laka Maut di Tanjakan Karanggeneng
Proses Evakuasi Tiga Jam
Agenda malam Jumat Nyoto Purwanto bersama istri dan anaknya terpaksa gagal, setelah ia menerima telepon dari kantor tempatnya bekerja.
Penulis: Daniel Ari Purnomo | Editor: rustam aji
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Agenda malam Jumat Nyoto Purwanto bersama istri dan anaknya terpaksa gagal, setelah ia menerima telepon dari kantor tempatnya bekerja.
"Saya lagi jalan-jalan di Ngaliyan. Naik sepeda motor dengan istri dan anak saya. Tau-tau dari kantor menelpon kalau ada kecelakaan di Karanggeneng. Yasudah, agenda kami gagal. Istri dan anak saya suruh pulang naik ojek. Saya langsung tancap gas ke kantor," ujar Komandan Penyelamat Basarnas Kantor SAR Semarang, Nyoto Purwanto, usai berhasil evakuasi korban kecelakaan, Kamis (30/7/2015).
Setalah mempersiapkan diri dan peralatan evakuasi, ia bersama 20 orang anggotanya bergegas menuju lokasi kejadian.
"Hal pertama yang kami lakukan ialah clear area dari warga sekitar yang menonton. Mengapa kami perlu lakukan itu? Sebagai bentuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya tadi ada warga yang merokok dekat dengan mobil, kami langsung singkirkan karena khawatir ada ledakan dari tangki bensin," jelasnya.
Nyoto mengatakan proses evakuasi berlangsung selama tiga jam. Ia mengungkapkan kesulitan yang dihadapi saat evakuasi jenazah yang tergencet mobil.
"Evakuasi pertama kami lakukan pada korban yang masih sadar, yakni supir. Kami segera membuat jalan dengan cara membuka paksa pintu depan samping kanan dan belakang. Kemudian kami lanjutkan memisahkan bodi truk yang menggencet mobil. Setelah terpisah kurang lebih dua meter, tim kami langsung evakuasi dua jenazah. Sulitnya di situ, posisi korban tergencet. Tetapi kami berhasil mengeluarkan dengan bantuan beberapa alat dan para relawan," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/foto-laka-karanggeneng-lyz_20150730_230518.jpg)