Pilwakot Semarang
Sigit dan Soemarmo Kompak Gambar Pohon Beringin, Hendi Pohon Nangka
Bakal calon Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menyempatkan diri pijat di sela-sela jeda istirahat tes psikologi di RSJD Amino Gondohutomo
Penulis: adi prianggoro | Editor: rustam aji
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bakal calon Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menyempatkan diri pijat di sela-sela jeda istirahat tes psikologi di RSJD Amino Gondohutomo, Semarang, Kamis (30/7) sore. Hendi, demikian sapaan akrab Hendrar Prihadi, dipijat oleh temannya separtainya, Daniel Toto.
"Sambil nunggu tes tahapan interview, ternyata enak juga dipijat. Rasanya fresh dan siap ikut tes lagi," kata Hendi seraya mengobrol dengan belasan wartawan di ruang lobi rumah sakit.
Hendi menceritakan, dia datang sejak pukul 08.00. Hingga pukul 14.30, Hendi yang memakai kemeja putih warna lengan pendek itu masih melalui beberapa tahap. "Kalau sulit sih tidak, tapi melelahkan. Ada satu tahap yang diharuskan menjawab 567 soal dalam waktu sejam. Itu membutuhkan konsentrasi," ujar kandidat incumbent yang juga ketua DPC PDIP Kota Semarang itu.
Hendi juga sempat menggambar ketika menjalani tes psikologi. Saat diberi gambar sebuah kotak, Hendi meneruskan gambar kotak itu menjadi sebuah gedung pencakar langit. Ketika diminta menggambar orang, Hendi memilih menggambar sosok perempuan. "Itu karena wakil saya seorang perempuan dan gambar itu untuk menghormati kepada Mbak Ita (pasangan Hendi, Hevearita Gunaryanti Rahayu--Red)," kata Hendi.
Lalu saat diminta menggambar pohon, Hendi menggambar pohon nangka. "Nangka itu rasanya manis namun banyak getahnya, jadi penuh perjuangan untuk menikmatinya. Maknanya, yaitu kesuksesan perlu kerja keras dan perjuangan," ujarnya.
Bakal calon lainnya, Sigit Ibnugroho Sarasprono, memilih menggambar logo "S", yang mirip logo sebuah film Superman. Menurut Sigit, logo "S" bermakna Sigit itu menjadi satu simbol yang akan digeber dalam kampanye-kampanyenya mendatang. Saat diminta menggambar orang, Sigit memilih menggambar dirinya dengan posisi menjadi presiden Republik Indonesia. "Gambar saya jadi RI-1 (presiden) sebagai suatu simbol dan optimisme kemenangan," katanya penuh percaya diri.
Sigit juga menggambarkan sebuah keris, payung, dan gambar sejumlah orang. "Keris bermakna kami punya senjata untuk mengalahkan lawan, sedangkan payung sebagai simbol perlindungan kami dari serangan lawan, sementara wajah orang tersenyum adalah kami yang bisa tersenyum ketika semua berakhir indah," kata Sigit.
Ketika diminta menggambar sebuah pohon, Sigit mengaku memilih pohon beringin. "Pohon beringin itu sebagai lambang Golkar. Saya tambahkan gambar burung garuda hingga di pohon itu. Artinya Gerindra dan Golkar telah menjadi satu," ungkapnya.
Sementara itu, bakal calon lainnya, Soemarmo menggambar sebuah panah, jalan, dan pemandangan. Menurut Soemarmo, gambar tersebut mempunyai makna seseorang punya arah dan tujuan yang jelas untuk melalui satu titik. Ada pula proses perjalanan menjadi wali kota itu memerlukan kendaraan politik. "Jadi ada satu jalan yang harus dilalui, tentu saja dalam perjalanan itu butuh senjata dan sepanjang jalan itu ada pemandangan," katanya.
Sementara saat diminta menggambar pohon, Soemarmo mengaku menggambar pohon beringin. "Tetapi itu bukan artinya saya orang Golkar lo. Saya menggambar pohon yang adem serta mengayomi, seperti layaknya seorang pemimpin," kata Soemarmo.
Seusai tes, Soemarmo mengaku kelelahan. Dia mengatakan, kelelahannya disebabkan karena malam sebelumnya, Rabu (29/7) malam, dia melekan bersama Najwa Shihab di Metro TV. Pada Rabu malam, mantan Wali Kota Semarang itu memang menjadi narasumber dalam acara talkshow Mata Najwa, yang dipandu Najwa Shihab.
"Namun untuk keseluruhan tes kejiwaan tadi, saya dan Pak Zuber (pasangan Soemarmo di Pilwakot, Zuber Safawi--Red) tidak mengalami kesulitan," katanya. (ape)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/hendi-sigit-marmo_20150726_083441.jpg)