Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Muktamar NU

Ribuan Peserta Bingung Daftar Muktamar NU

Pembukaan Muktamar ke-33 NU, di Alun-alun Jombang, Sabtu (1/8) malam, akan bertabur bintang.

KOMPAS.com/Achmad Faizal
Launching sukses Muktamar NU ke-33 di PWNU Jatim. 

JOMBANG, TRIBUNJATENG.COM -- Pembukaan Muktamar ke-33 NU, di Alun-alun Jombang, Sabtu (1/8) malam, akan bertabur bintang. Hampir sebagian besar petinggi di republik ini mengonfirmasi hadir dalam pesta demokrasi lima tahunan kaum Nahdliyin.

Penanggung Jawab Acara Muktamar NU ke-33, H Andi Najmi Fuady mengatakan, selain Presiden Joko Widodo, sebagian besar petinggi negeri sudah memastikan hadir. Mereka antara lain, pimpinan MPR, pimpinan DPR, pimpinan KPK, pimpinan Komisi Yudisial (KY), Jaksa Agung, dan sejumlah menteri Kabinet Kerja juga dipastikan hadir.

"Itu ditambah pejabat negara, para legislator di DPR RI yang berasal dari NU," ujarnya, kepada Surya, Jumat (31/7).

Selain itu, ketua umum parpol juga dipastikan hadir. Mereka antara lain, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Golkar versi Munas Bali Aburizal Bakrie, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PPP dari kubu Romahurmuzy maupun Djan Farid, dan sejumlah pengurus parpol lainnya.

Tak hanya para pejabat dan petinggi parpol, sebanyak 14 tamu asing dari sembilan negara, seperti Lebanon, Mesir, Pakistan, Austalia, dan Inggris, juga hadir sebagai peninjau.

"Para tamu asing itu hadir, karena tertarik dengan NU dan Islam Nusantara yang menjadi tema utama dalam gelaran muktamar kali ini," tegas Andi, yang juga Pengurus Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) PBNU ini.

Ribut AHWA

Kemarin muktamirin yang sudah tiba di Jombang, langsung registrasi di GOR Merdeka Jombang. Namun registrasi ini sedikit memanas karena sebagian muktamirin tak setuju pemilihan Rais Aam PBNU periode 2015-2020 menggunakan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) atau musyawarah mufakat.

Pantuan Tribun, ribuan peserta yang sejak pukul 08.00 telah memadati gedung olahraga yang terletak di Jalan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu belum memahami tentang teknis sistem registrasi yang disyaratkan panitia.

Sejumlah peserta, baik Ketua Tanfidz maupun Rais Syuriah PCNU dari berbagai wilayah di Indonesia ada yang tidak membawa lembar daftar nama-nama AHWA yang harus diserahkan ke panitia dan menjadi salah satu syarat saat registrasi. Tapi banyak juga yang sudah menyiapkan sembilan nama dan tinggal menyerahkan ke panitia.

H Tarmizi, Ketua PCNU Muara Jambi, Provinsi Jambi mengatakan, saat registrasi di panitia, Rais Syuriah PCNU Muara Jambi memilih menyerahkan sembilan nama AHWA. “Karena sudah jadi syarat, tentu harus dipenuhi,” ujarnya, kepada Tribun, di GOR.

Namun, Tarmizi tidak mau membeber siapa sembilan kiai sepuh yang dipilihnya sebagai AHWA. “Yang jelas sembilan nama yang kita setor, ada di antara 39 nama yang ditawarkan oleh PBNU,” jelasnya.

Sebanyak 39 nama yang yang diusulkan PBNU sebagai anggota AHWA di antaranya KH Muchith Muzadi (Jember), KH Tholhah Hasan (Malang), KH Nawawi Abdul Jalil (Sidogiri, Pasuruan), KH Anwar Manshur (Kediri), dan KH Soleh Qosim (Sidoarjo). Selengkapnya lihat tabel.

Berbeda dengan PCNU Muara Jambi, PCNU Halmahera Barat, Maluku Utara menyatakan menolak sistem AHWA. “Makanya saat registrasi tadi, rais syuriah dan ketua tanfidz tidak mau menyerahkan sembilan nama AHWA,” kata Sekretaris PCNU Halmahera Barat, Hasyim Adam.

Pihaknya, kata Hasyim, minta yang memilih rais aam tetap para muktamirin. Sama seperti ketika penyelenggaraan Muktamar NU sebelumnya di Makassar.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved