Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Muktamar Muhammadiyah

Din Minta Tiga Tokoh Diberi Gelar Pahlawan Nasional

Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengusulkan agar tiga tokoh Muhammadiyah diberi gelar pahlawan nasional.

Kompas.com / Dani Prabowo
Situasi pemilihan calon ketua umum PP Muhammadiyah di Univeristas Muhammadiyah Makassar, Sabtu (1/8/2015). 

MAKASSAR, TRIBUNJATENG.COM - Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengusulkan agar tiga tokoh Muhammadiyah diberi gelar pahlawan nasional.

Usulan tersebut disampaikan Din kepada Presiden Joko Widodo saat membuka Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Lapangan Karebosi, Makassar, Senin (3/8).

"Walaupun kami yakin mereka tidak perlu penghargaan negara, sudah sewajarnyalah bagi negara untuk memberikan gelar pahlawan nasional kepada mereka," kata Din.

Ketiga tokoh itu ialah Prof Kahar Mudzakir, Ki Bagus Hadikusumo, dan Mr Kasman Singodimedjo.

Menurut Din, tidak sedikit kontribusi tokoh Muhammadiyah dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia.

Dua tokoh Muhammadiyah yang cukup penting dan kini telah memiliki gelar pahlawan nasional ialah Presiden pertama RI Soekarno dan Jenderal Soedirman.

"Muhammadiyah telah berperan dalam membangun negara ini jauh sebelum negara ini hadir," kata Din.

Kasman Singodimedjo merupakan mantan Ketua Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang menjadi cikal bakal DPR/MPR. Bersama M Sutardjo Kartohadikusumo, J Latuharhary, dan Adam Malik, Kasman memimpin KNIP sejak 29 Agustus 2015.

Sementara itu, Ki Bagus Hadikusumo merupakan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 1944-1953. Ki Bagus juga merupakan anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang menyusun UUD 1945.

Dalam perumusan pembukaan UUD 1945, Ki Bagus memberikan landasan ketuhanan, kemanusiaan, keberadaban, dan keadilan.

Sementara itu, Prof Kahar Mudzakir merupakan mantan petinggi PP Muhammadiyah. Ia pernah menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan menjadi salah satu perumus dasar negara dalam Piagam Jakarta.

Dibuka Presiden

Presiden Joko Widodo membuka pelaksanaan Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (3/8) siang. Dalam pembukaan tersebut, Jokowi berpesan agar Muhammadiyah melanjutkan misi Islam berkemajuan untuk menjawab tantangan zaman yang kini tengah dihadapi.

"Muhammadiyah telah menjadi kekuatan transformatif untuk menjawab tantangan zaman. Muhammadiyah juga sudah cukup dikenal sebagai ormas Islam yang kaya gagasan dan kreativitas," kata Jokowi.

Hadir dalam pembukaan itu Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Irman Gusman, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, dan sejumlah menteri Kabinet Kerja. Hadir pula Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Jakarta, Agung Laksono, politisi Partai Nasdem Akbar Faisal, dan mantan Kepala Badan Intelijen Negara AM Hendropriyono.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved