Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pilkada Serentak di Jateng

Mulyo: Kita Butuh Wali Kota Peduli Budaya dan Seni Semarang

adi kami sangat berharap wali kota yang terpilih nanti akan memberikan perhatian besar kepada kebudayaan

Tayang:
Penulis: adi prianggoro | Editor: Catur waskito Edy

SEMARANG, TRIBUNJATENG.COM -- Ketua Dewan Kesenian Semarang, Mulyo Hadi Purnomo, mengatakan dialog budaya bertema "Membangun Bersama Kebudayaan Semarang" itu berangkat dari satu keprihatinan.

Mulyo mengatakan, selama ini pembangunan di Kota Semarang hanya mengacu pada sisi materiil saja.

"Tolak ukur pembangunan jangan materiil saja, namun kami berharap wali kota yang nantinya terpilih juga akan menjadikan seni dan budaya sebagai tolak ukur," kata Mulyo.

Mulyo menambahkan, Semarang sebagai ibu kota Jawa Tengah diharapkan lebih maju ketimbang kota-kota lain. Mulyo mengaku prihatin karena Kota Lumpia sama sekali tidak menonjol dalam bidang seni.

"Kami ingin nantinya anak-anak juga mandiri dalam bidang seni dan budaya. Jadi kami sangat berharap  wali kota yang terpilih nanti akan memberikan perhatian besar kepada kebudayaan," ungkapnya.

Sementara itu, budayawan Djawahir Muhhamad di sela-sela dialog tersebut mengungkapkan keprihatinnya soal matinya sejumlah seni budaya di Kota Semarang.

"Yang kini mati suri termasuk salah persepsi soal salah satu ikon kota Semarang yaitu hewan fantasi Warag Ngendhog yang diwujudkan berupa patung di Taman Pandanaran.

"Kesenian Warag Ngendhog, bagian dari masyarakat. Di Taman Pandanaran itu tidak ada endognya (telurnya- Red), kepalanya bukan Warag, ada kesalahan. Ada lagi yang mati yaitu Gambang Semarang dan Manten Semarangan," terang Djawahir. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved