Kelompok Usaha Akhirnya Setuju Penataan Kawasan Menara Kudus
Kelompok Usaha Akhirnya Setuju Penataan Kawasan Menara Kudus
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: iswidodo
Laporan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS- Kelompok usaha yang tiap harinya mengais rezeki di kawasan Masjid Menara terpaksa menerima penataan kawasan terminal transit atau pangkalan Menara menjadi taman kota. Padahak mereka takut pendapatan mereka bakal berkurang terkait rencana Pemkab Kudus itu.
Paguyuban usaha yang ada di kawasan itu meliputi meliputi ojek, becak, angkutan menara dan pedagang kaki lima (PKL). Mereka terpaksa menerima lantaran tidak ada pilihan lain.
"Terpaksa menerima dengan adanya pembuatan taman. Meski demikian, para pengais rezeki khawatir, jika dibuatkan taman, membuat pelaku usaha tidak memiliki penghasilan," kata Baidowi, seorang pelaku usaha di kawasan itu.
Menurutnya, kalau dipindah, dikhawatirkan peziarah tidak lagi mampir atau hanya sedikit saja jumlahnya. Sehingga berdampak pada pendapatan. Selain itu kalau dipindah, juga bakal menunggu pembangunan pangkalan baru rampung.
PKL di kawasan itu berjumlah sekitar 90, ojek sepeda motor 500, angkutan 20 dan becak 100.
"Banyak yang menggantungkan hidup disini. Jika dipindah, berapa yang dikorbankan untuk pembuatan taman,” tandasnya.
Untuk mengetahui keterangan lengkap tentang dimulainya pembangunan, mereka pun mendatangi Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Kudus. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/masjid-menara-kudus-setelah-pemugaran_20150825_144409.jpg)