Rabu, 10 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pilwakot Semarang

Ketika Panita Sulit Membedakan Nama Ita dan Tia

Meskipun lokasi yang mereka datangi hujan deras, kedua Sri Kandi ini tak surut semangatnya untuk mengapresiasi budaya jawa.

Tayang:
Penulis: adi prianggoro | Editor: rustam aji
istimewa
Ir. Hevearita Gunaryanti atau yang akrab disapa mbak Ita, calon Wakil Walikota yang berpasangan dengan Hendrar Prihadi serta Krisseptiana Hendrar Prihadi (mbak Tia), Sabtu (29/8/2015) malam kompak nguri-uri budaya Jawa dengan melihat pagelaran wayang kulit di Candi Penataran XII Rw 4 Kalipancur Semarang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, A Prianggoro

TRIBUNJATENY.COM, SEMARANG - Ir. Hevearita Gunaryanti atau yang akrab disapa mbak Ita, calon Wakil Wali Kota Semarang yang berpasangan dengan Hendrar Prihadi serta Krisseptiana Hendrar Prihadi (mbak Tia), Sabtu (29/8/2015) malam kompak nguri-uri budaya Jawa dengan melihat pagelaran wayang kulit di Candi Penataran XII Rw 4 Kalipancur Semarang, dengan lakon Tumuruning Wahyu Parbo Sejati, yang dipentaskan oleh Dalang Ki Bendhol Kahono.

Meskipun lokasi yang mereka datangi hujan deras, kedua Sri Kandi ini tak surut semangatnya untuk mengapresiasi budaya jawa.

Panitia yang salah menyebut nama mbak Tia yang datang lebih dulu dengan sebutan mbak Ita membuat masyarakat yang hadir sontak tertawa. “Kalau mbak Ita itu pasangan calon Walikota kalau mbak Tia itu pasangan hidup mas Hendi,” ujar Tia, istri dari mantan orang nomor satu di Kota Semarang ini yang tak pelak mengundang tawa penonton.

“Memang ada beberapa titik acara, kami kemudian membagi waktu untuk dapat memenuhi undangan sekaligus nguri-uri budaya dan silaturahmi,” katanya.

“Memang saya lebih dulu, namun mbak Ita justru lebih cepat beradaptasi. Tidak butuh waktu lama mbak Ita untuk menyesuaikan diri berhadapan dengan masyarakat seperti memberi sambutan dan arahan. Saya yakin hanya dengan lima hari saja (Ita, Red) sudah bisa menyesuaikan dibanding saya yang butuh waktu lima tahun,” ungkap Tia.

Istri Hendrar Prihadi ini yang juga pernah menjabat sebagai Ketua PKK Kota Semarang bercerita kalau dulu cukup sulit beradaptasi menyesuaikan diri dengan lingkungan birokrat, hal ini justru berbeda dengan Ita yang lebih cepat beradaptasi.

Selain itu, Menurut Tia, salah satu komitmen Hendi-Ita yakni sebagai warga kota Semarang wajib nguri-uri kebudayaan Jawa Tengah. Bukan hanya sebatas itu, kegiatan kesenian wayangan secara tidak langsung juga mempererat tali silaturahmi.

Sementara itu, calon Wakil Walikota Semarang yang diusung PDI Perjuangan, Nasdem dan Demokrat, serta didukung oleh PPP dan Hanura, Hevearita Gunaryanti Rahayu (mbak Ita) di tempat yang sama mengaku sering berkomunikasi dengan mbak Tia terlebih untuk program pemberdayaan perempuan, kesehatan ibu dan anak serta pendidikan.

“Karena mbak Tia kan sudah berpengalaman sebagai ibu Ketua PKK Kota Semarang, terlebih di lingkungan PKK, posyandu dan pemberdayaan perempuan, saya senang diskusi, belajar, sharing, untuk mengetahui itu semua,” ungkap Ita.

Hal ini juga sejalan dengan visi misi pasangan Hebat, sebagai satu-satunya calon perempuan, Ita terus belajar untuk dapat mengentaskan problem khususnya yang memprioritaskan perempuan dan anak, salah satunya pemberdayaan wanita, kesehatan ibu anak dan pendidikan.

“Nantinya jika kami (Hendi-Ita,Red.) terpilih, kami akan mengoptimalkan kemampuan khususnya mengatasi problem perempuan, kalau perlu berkolaborasi, saya lebih ke pemikiran dari segi implementasi kebijakan pemerintahan, sedangkan mbak Tia mengimplementasikan prakteknya ke lapangan,” tutur Ita. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved