Rabu, 10 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Gara-gara IPAL Jelek, Ratusan SPPG di Jawa Tengah Ditutup Paksa!

Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang menemukan sebanyak 100an SPPG melanggar standar IPAL.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/iwan Arifianto
SANTAP MBG - Pelajar SMPN 12 Semarang menyantap menu MBG. Di sisi lain, ratusan SPPG di wilayah KPPG Semarang ditutup akibat IPAL buruk dan kualitas menu. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang menemukan sebanyak 100an Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melanggar standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). 

Akibat dari pelanggaran itu, ratusan SPPG tersebut ditutup selama lebih dari sepekan untuk melakukan perbaikan.

"Ya SPPG yang ditutup itu karena IPAL jelek," jelas Kasubag Tata Usaha Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang, Bagus Anindito saat dihubungi Tribun Jateng, Rabu (10/6/2026).

Baca juga: Pertiwi Sebut Dana Operasional Telat Cair, Puluhan SPPG di Solo Raya Sempat Hentikan Distribusi MBG

KPPG Semarang membawahi sebanyak 2400-an SPPG dengan jumlah penerima manfaat sekitar 2 juta orang di 20 wilayah Kabupaten/kota di Jawa Tengah mulai dari pantai Utara Jateng meliputi Brebes hingga Rembang.

Termasuk wilayah lainnya seperti Kabupaten Semarang, Sragen, Karanganyar dan Wonogiri. 

Di luar itu, SPPG lainnya di Jateng terutama di kawasan pantai selatan Jateng masuk ke wilayah KPPG Sleman.

Bagus melanjutkan, ratusan SPPG yang ditutup akibat IPAL tak sesuai standar tersebut disebabkan karena pengelola  kurang dalam perawatannya.

Ketika IPAL yang membuang limbah dari dapur SPPG lalu berdampak ke masyarakat sekitar di antaranya bau tak sedap. 

"Kami mendapatkan aduan itu awalnya dari masyarakat, lalu kami cek ternyata memang IPAL tidak sesuai," jelasnya.

Selama penutupan SPPG, bagus mengungkap, distribusi MBG akan terus berjalan melalui suplai dari SPPG terdekat.

"Iya kami limpahkan ke SPPG terdekat yang profesional," bebernya.

Dari kasus ini, Ia meminta SPPG agar memperhatikan kualitas IPAL karena pada tahun 2026 ini BGN fokus untuk meningkatkan kualitas dari SPPG.

"Tahun 2025 kejarnya kuantitas atau percepatan, 2026 ini mengejar kualitas dari SPPG," paparnya.

SPPG Ditutup karena Menu Tak Sesuai Standar

Selain SPPG ditutup karena persoalan IPAL, Bagus mengungkap terdapat pula SPPG yang ditutup karena menu yang tidak sesuai dengan standar.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved