Gulat Internasional Indonesia Open
Hari Ini Atlet Gulat Luar Negeri Berdatangan ke Semarang
Dalam undangannya ada juara 2 dunia gulat asal Iran yang akan hadir. Tapi belum pasti
Penulis: bakti buwono budiasto | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Reporter Tribun , Bakti Buwono
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah 50 perempuan bakal bergulat di Auditorium Universitas Negeri Semarang (Unnes) pada 3 September hingga 5 September 2015. Mereka hanya sebagian dari 323 peserta Kejuaraan Gulat Internasional Indonesia Open yang memperebutkan medali dari 26 kelas.
"Dalam sejarah dunia gulat Indonesia, baru kali ini ada kejuaraan gulat internasional. Apalagi Tuan rumahnya Semarang," kata ketua umum Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Jawa Tengah, Andreas B Wiroharjo pada Tribun Jateng, Selasa (1/9/2015).
Ia mengatakan dari enam negara yang diundang, hanya tiga negara yang memastikan diri hadir yaitu Iran dengan 13 atlet gulat, Thailand dengan 12 atlet gulat dan Kamboja dengan tiga atlet gulatnya. Sedangkan atlet dari Malaysia tidak bisa hadir karena kisruh politik dalam negeri.
Begitu juga dengan Korea Selatan yang sedang bersitegang dengan korea Utara. Sedangkan atlet dari Singapura karena kendala krisis ekonomi yang melanda negaranya.
"Dalam undangannya ada juara 2 dunia gulat asal Iran yang akan hadir. Tapi belum pasti," katanya.
Andreas menyampaikan, bahwa tidak ada pemisahan antara atlet asing ataupun lokal. Yang ada pemisahan untuk kelas senior dan remaja. Seluruh atlet lokal Indonesia berkesempatan menjajal kekuatan atlet mancanegara.
Ia mengatakan,Indonesia Open merupakan terobosan dari dunia gulat. Para atlet tidak perlu jauh jauh ke luar negeri untuk latih tanding. Justru atlet luar yang datang ke Indonesia. Ajang ini juga untuk try out para atlet jelang PON di Jambi.
"Kalau bicara prestasi, saya akui Jawa Tengah belum menggembirakan. Tapi mulai kepengurusan ini kami akan berubah. Salah satu buktinya ini," jelasnya.
Ketua panitia, Bambang Raharjo Munajat menambahkan pada 1 September para peserta datang ke Semarang. Pada 2 September, dilakukan penimbangan dan sorenya welcoming party di wisma perdamaian. Tanggal 3 September hingga 5 September.
Banyaknya peserta perempuan diakuinya bakal meramaikan Indonesia Open. Tiap provinsi mengirimman tujuh hingga delapan atlet putrinya. Dari situ, Ia ingin memperkenalkan bahwa gulat bisa dilakukan semua kalangan.
"Soal penginapan, atlet dan official si di hotel Citra Dream. Untuk hakim, juri dan wasit di hotel MG Suites," jelasnya.
Adapun tujuan Indonesia Open adalah menyiapkan atlet Jateng maju ke PON Jambi. Ia berharap bisa mengulang kejayaan atlet gulat Jateng seperti era 80-an. Waktu itu, atlet Jateng berjaya hingga Sea Games.
"Kami ingin mengembalikan gulat seperti kitohnya. olahraga perorangan ini berpotensi menyumbang medali lebih banyak," jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kejurda-gulat-junior_20150610_183804.jpg)