Mengintip Kepanikan Saat Ganjar Pranowo Bersihkan Simpang Lima
Selanjutnya, Iswar terlihat mengambil telepon gengamnya dan menelepon seseorang untuk segera menyelesaikan sumbatan
Penulis: adi prianggoro | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Wartawan Tribun Jateng, A Prianggoro
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- “Bersihnya wajah Kota Semarang itu enak dipandang dan bisa menurunkan tensi politik jelang Pilwakot (pemilihan wali kota) yang digelar pada 9 Desember 2015 mendatang,” kata Gubenur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Jumat (11/09/2015) pagi.
Ajakan Ganjar untuk menciptakan budaya bersih itu diungkapkan saat menggelar kegiatan “Karya Bersih Terpadu” bersama ratusan pegawai negeri sipil (PNS), TNI, Polri, di Lapangan Pancasila, Kawasan Simpanglima.
Turut hadir Penjabat Wali Kota Semarang, Tavip Supriyanto, dan sejumlah kepala dinas di jajaran Pemkot Semarang.
Peserta apel berbaur dengan masyarakat membersihkan area Simpang Lima Semarang, termasuk selter Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di sekitaran bundaran Lapangan Pancasila.

Ganjar yang memakai kaos warna hitam bertuliskan “Lets support children with cancer” dan sepatu merek Nike itu memulai membersihkan bundaran Simpanglima bagian sudut barat daya lalu menyeberang ke selter PKL.
Ganjar yang membawa sapu lidi sempat mengamati beberapa tempat sampah permanen berbentuk persegi yang berada di samping shelter. Ganjar terlihat agak kesel mendapati sampah yang menumpuk dan lama tidak dibersihkan. Bau tidak sedap dari sampah itu pun sangat menyengat hidung.
Ganjar lantas memanggil Tavip dan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Semarang, Ulfi Imran Basuki.
"Ini nanti sebaiknya dijebol saja, biar truk sampah bisa mengambil secara mudah. Kalau bentuknya kotak seperti ini, pasti akan susah mengambilnya dan menumpuk dan membusuk," kata orang nomor satu di Jawa Tengah itu.
Ganjar juga melihat saluran air selter PKL yang tersumbat. Ganjar mengambil kayu lalu berusaha membersihkan saluran air, namun rupanya tetap tersumbat.
Mobil pemadam kebakaran pun ikut menyemprotkan air untuk mengatasi sumbatan saluran air itu, tetapi tidak berhasil.
Ganjar kemudian mencari Kepala Dinas Bina Marga Kota Semarang, Iswar Aminuddin yang berada tak jauh dari lokasi.
Selanjutnya, Iswar terlihat mengambil telepon gengamnya dan menelepon seseorang untuk segera menyelesaikan sumbatan yang berada di saluran pembuangan tersebut.
"Saya sering mendapat sindiran lewat SMS dan media sosial. Katanya Semarang itu kotanya lumayan bersih. Saya ingin benar-benar berpartisipasi agar kata lumayan itu hilang hingga tersisa Semarang bersih saja,” ungkap Ganjar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ganjar-bersihkan-simpang-lima_20150911_144009.jpg)