Smart Women
Deg-degan Pilot Minta Mendarat Darurat
Diakuinya, setelah sekian tahun, deg-degan masih singgah dihati manakala menghadapi keadaan darurat. Karena bagaimana pun, penerbangan menyangkut nyaw
TRIBUNJATENG.COM -- Ruang Air Traffic Control (ATC) Bandara Ahmad Yani Semarang Kamis (9/1) lalu, tampak sibuk. Waktu menunjukkan pukul 12.15. Dua petugas di desk control menjawab telepon yang masuk sambil memeriksa berbagai rincian penerbangan di monitor.
Tower Supervisor, Anjarsari Ferastuti ikut memerhatikan secara seksama. Senyumnya mengembang saat Tribun Jateng masuk dan menyapa. "Tidak sembarang orang bisa masuk ruangan ini. Kalau kondisi memungkinkan saja dan harus ada izin," kata Anjar, demikian wanita itu biasa disapa, memulai pembicaraan.
Sudah hampir 19 tahun dia berkecimpung di dunia ATC, tepatnya sejak lulus DIII Curug tahun 1996. Waktu itu, ia bertugas sebagai pelaksana di Bandara Radin Inten Lampung. Bandara Ahmad Yani Semarang merupakan tempat tugas yang ketiga setelah sebelumnya Anjar berdinas di ATC Bandara Husein Sastranegara Bandung. Anjar masuk ke Kota Lumpia sejak 2006, lima tahun setelah lulus DIII Curug.
Anjar pun sudah kenyang menghadapi keadaan darurat yang menuntut kesigapan berkoordinasi antarunit serta kecermatan menyuplai data kepada para pilot di wilayah ATC Ahmad Yani.
Pernah, suatu malam menjelang pukul 21.00, saat ia mulai mengemasi barang-barang bawaan ke dalam tas karena jam kerjanya segera habis, tiba-tiba masuk panggilan darurat berupa permintaan mendarat dari Batavia Air (sekarang sudah tidak terbang).
"Sebenarnya, Ahmad Yani bukan bandara tujuan. Tapi mereka memutuskan divert (menyimpang dari tujuan dan mendarat di bandara terdekat) karena ada tekanan udara di kabin. Ya sudah, kami langsung menyiapkan berbagai hal untuk pendaratan darurat," kata Anjar.
Malam itu, Anjar pulang ke rumah hingga melebihi jam tugas. Meski demikian, ia lega pekerjaan berhasil dirampungkan secara baik seperti doa yang selalu ia panjatkan sebelum mengawali langkah di pagi hari, yakni, melakukan porsi tugas secara maksimal dan semua berjalan lancar.
Diakuinya, setelah sekian tahun, deg-degan masih singgah dihati manakala menghadapi keadaan darurat. Karena bagaimana pun, penerbangan menyangkut nyawa ratusan orang di dalam pesawat.
Was was yang sama juga ia rasakan jika mendengar kabar ada pesawat yang kehilangan kontak hingga terjatuh seperti yang terjadi pada AirAsia beberapa waktu lalu. Saat seperti itu, ia langsung mengecek kejadian di wilayah ATC mana dan lain sebagainya.
"Meski tidak terjadi di wilayah kami, kami tetap bisa merasakan kesedihan dan ikut terpukul. Kami adalah saudara dan sehati sehingga yang terjadi pada mereka juga kami rasakan. Setelah kejadian seperti itu, saya akan menata hati agar tetap tegar. Sebagai pelajaran juga agar semakin berhati-hati," imbuh Anjar.
Menurutnya, tugas utama ATC adalah mengatur supaya tidak terjadi tabrakan antar pesawat, tabrakan pesawat dengan obstacle atau penghalang, seperti barang dan manusia di area bandara (runway dan apron clear).
Untuk itu, mereka akan memberikan informasi kepada pilot jika terjadi kecelakaan, informasi cuaca (kerja sama dengan BMKG Stasiun Meteorologi A Yani) dan lain sebagainya. Wilayah ATC Bandara Ahmad Yani hingga ketinggian 10.000 kaki dan jarak 75 km dari Semarang.
"Kami akan mengabarkan kepada pilot jika cuaca buruk, arah angin, tekanan udara dan lain sebagainya. Berdasarkan informasi tersebut, keputusan apakah akan tetap mendarat, menunggu (berputar-putar di udara) atau divert ada di pilot. Tentunya, bahan bakar juga menjadi pertimbangan," jelasnya.
Menurut Anjar, yang biasanya menjadi kendala di Bandara Ahmad Yani adalah jarak pandang dari wilayah timur yang merupakan pusat kota. Pada musim hujan seperti sekarang, angin biasa datang dari barat sehingga pesawat akan mendarat dari arah timur (melawan angin) menggunakan runaway 31.
Syarat utama mendarat di runaway ini di antaranya jarak pandang harus 5 km. Berbeda jika pendaratan dari barat, jarak pandang yang dipersyaratkan cukup 2 km. Kondisi ini tentu membuat obstacle yang bisa menghalangi jarak pandang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/anjarsari-ferastuti_20150912_103601.jpg)