Smart Women
Diprotes Ramalam Meleset
Mengamati secara cermat merupakan prinsip utama dalam meramalkan cuaca. Tapi, namanya manusia, tetap saja sesekali terjadi salah terka.
TRIBUNJATENG.COM -- Mengamati secara cermat merupakan prinsip utama dalam meramalkan cuaca. Tapi, namanya manusia, tetap saja sesekali terjadi salah terka.
"Pernah, saya on air di satu stasiun radio untuk menyampaikan ramalan cuaca hari itu dan ternyata keliru. Itu benar-benar pengalaman pahit karena banyak yang protes," ungkap Dian Palupi kepada Tribun Jateng, Kamis (7/1).
Wanita yang bekerja di Unit Analisa dan Pengolahan Data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi A Yani Semarang. Pekerjaan tersebut sangat ia cintai karena sesuai jalur pendidikan yang ditempuh, yakni S1 Meteorologi Institut Pertanian Bogor (IPB).
Selain menyiapkan data ramalan cuaca bagi keperluan penerbangan, Stasiun Meteorologi juga memberi layanan kepada masyarakat, di antaranya melalui on air di radio.
Dian menekuni pekerjaan ini sejak 2008. Pertama kali datang ke Semarang, ia ditempatkan di bagian analisa. Sekarang, ia bertugas mengumpulkan data cuaca yang selanjutnya disusun setiap bulan. Data tersebut juga dipergunakan oleh forecaster untuk menganalisa cuaca setiap hari.
Untuk keperluan penerbangan, menurut Dian, data cuaca disusun sebagai bagian dari document flight setiap maskapai penerbangan. Isinya, antara lain, perkiraan cuaca daerah asal dan tempat tujuan. Juga, kondisi arah dan kecepatan angin serta kondisi awan selama pilot berada di ketinggian terbang.
Terdapat enam unsur cuaca yang dicantumkan pada perkiraan cuaca untuk penerbangan atau dikenal dengan istilah TAFOR (Terminal Forecast) yakni, arah dan kecepatan angin, jarak pandang atau visibility, kondisi awan dan kondisi cuaca. Selain itu, Informasi suhu udara dan tekanan udara .
"Enam unsur cuaca tersebut sangat penting bagi pilot terutama saat take off dan landing. Kami berupaya memberi informasi secara tepat berdasarkan permodelan cuaca, data cuaca secara realtime dan didukung radar cuaca," jelas Dian.
Kondisi cuaca sangat penting karena turut menentukan suksesnya pesawat melakukan landing. Jarak pandang vertikal berguna saat pesawat masih di udara, dalam rangka mengetahui posisi dan sisa runway landasan. Sementara, jarak pandang horizontal erat kaitannya dengan saat pesawat sudah mulai mendarat di permukaan.
"Agar bisa memberi panduan setiap saat, Stasiun Meteorologi bekerja sama dengan ATC bandara. Bekerja di sini harus selalu waspada, tidak boleh kecolongan jika terjadi perubahan cuaca karena dampaknya sangat besar," imbuh Dian.
Menurutnya, kesalahan yang terjadi selalu dijadikan pelajaran agar tidak terulang di masa yang akan datang. Memang, menurutnya, pesawat sudah memiliki radar untuk menganalisa cuaca. Namun, bukan berarti data dari Stasiun Meteorologi tidak digunakan.
Dian sangat bersyukur, sejauh ini pekerjaan berjalan lancar. Cuaca di Semarang cukup bersahabat untuk penerbangan. Itu membuatnya bisa pulang kerja setiap hari dengan persaan lega.
Baca Komik
Usia boleh terus bertambah. Jika dulu masih anak-anak, sekarang Dian Palupi adalah ibu dari seorang putra dan dalam beberapa bulan ke depan akan mendapatkan buah hati kedua.
Namun, hobi tak pernah melihat usia. Sejak kecil hingga sekarang, kesukaan Dian belum berubah, yakni membaca komik. Alasannya, banyak keunikan, kelucuan dan keharuan yang diungkapkan lewat gambar-gambar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/dian-palupi_20150912_104542.jpg)