Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Smart Women

Tips Awet Muda Ala Dewi Susanti

Kunci awet muda saya, selain olahraga juga rutin donor darah. Kalau darah yang mengalir ke tubuh bersih, imbasnya pada kulit jadi tidak mudah kendur

Penulis: dini | Editor: Catur waskito Edy
Tribun jateng/hermawan handaka
Dewi Susanti 

TRIBUNJATENG.COM -- Mengenakan kemeja berwarna putih bergaris hitam, Dewi Susanti ramah menyambut Tribun Jateng yang bertamu ke rumahnya di Jalan Durian 24, Srondol Wetan, Banyumanik, Kota Semarang. Siapa sangka, umur wanita cantik dan berkulit segar itu akan memasuki kepala empat.

Diakuinya, banyak teman-teman yang terkecoh menebak umur hanya karena melihat kecantikan dan tubuhnya yang bugar. Dia pun mengungkap rahasia awet muda yang dimiliki.

"Kunci awet muda saya, selain olahraga juga rutin donor darah. Kalau darah yang mengalir ke tubuh bersih, imbasnya pada kulit jadi tidak mudah kendur," ujar wanita berumur 37 tahun ini.

Wanita kelahiran Semarang, 3 Oktober 1977 ini mendonorkan darah secara rutin sejak 14 tahun lalu. Setiap tiga bulan, dia pergi ke Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang untuk mendonorkan darah.

"Kalaupun terlambat, paling setengah bulan. Tapi, itu juga jarang karena kalau terlambat sebentar saja badan rasanya tidak enak. Mungkin itu sugesti karena bila kita sudah rutin melakukan suatu kegiatan tiba-tiba berhenti, rasanya ada sesuatu yang hilang," papar Dewi.

Dewi tidak menyangka akan ketagihan melakukan kegiatan sosial tersebut. Sebab, sejak kecil, dia takut jarum suntik. Badan Dewi akan gemetar dan mengeluarkan keringat dingin bila melihat jarum suntik.

Dewi tidak bisa membayangkan bila ada jarum yang menancap di kulitnya. Bahkan membayangkan akan pingsan bila darahnya diambil satu kantung.

Namun, saat duduk di bangku kuliah, ketakutan tersebut perlahan sirna. Sang pacar yang selanjutnya menjadi suami, (alm) Yudo Saptono, merupakan pendonor darah aktif di PMI Kota Semarang. Secara telaten, dia mengedukasi Dewi akan manfaat donor darah.

Pengalaman kesulitan mencari darah juga mengubah cara pandang Dewi. Saat itu, keluarga besar Dewi sempat mengalami musibah. Ada kerabat yang terkena gagal ginjal. Dewi pun diminta mencari darah untuk menolong saudara tersebut.

"Dulu, saat pacaran, saya sering mengantar almarhum (suami) donor ke PMI tapi saya belum berani donor. Tapi, dia memberi tahu kalau donor darah tidak hanya bermanfaat menolong sesama tetapi juga baik untuk kesehatan," terang pemilik rumah makan Soto Ijo ini.

Penasaran akan informasi dari sang pacar, Dewi mencari tahu kebenaran itu lewat dunia maya. Dia pun menemukan fakta tambahan, donor darah juga memengaruhi dan menjaga kecantikan.

Perasaan grogi menyerang saat Dewi memberanikan diri mendonorkan darah. Beruntung, petugas yang menangani tahu jika dia baru pertama donor darah. "Petugas PMI tahu kalau saya pendonor pemula. Jadi, ia membimbing serta memberitahu saya bahwa donor darah tidak sakit. Benar saja, saya tidak merasakan sakit dan sejak itu saya rutin donor darah," ceritanya.

Sejak donor, Dewi merasa kulitnya terjaga kencang, halus serta lembut. "Saya membuktikan bila donor darah bisa membuat wanita lebih cantik. Saya yakin, banyak orang yang belum tahu manfaat lain donor darah terutama untuk kecantikan," terang wanita yang sudah lebih dari 50 kali mendonorkan darahnya itu.

Itu sebabnya, Dewi sering mendorong teman-temannya untuk donor darah secara rutin tiga bulan sekali. Meski tidak mudah mengajak mereka terlibat dalam kegiatan sosial ini namun tak sedikit yang tertarik dan bahkan ketagihan mendonorkan darah.

Kebiasan positif tersebut juga Ia tularkan pada anak semata wayangnya, Dewi Tunjung Biru yang masih berumur 11 tahun. Dia sering mengajak buah hati saat donor darah sambil memberi pengetahuan seputar donor darah.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Tags
smartwomen
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved