Smart Election
Hendi Resmikan Groundbreaking Sejuta Rumah
Program Sejuta Rumah bertujuan untuk mengurangi tingkat kekumuhan permukiman di Indonesia.
Penulis: adi prianggoro | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Wartawan Tribun Jateng, A Prianggoro
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Calon Walikota Semarang nomor urut 2, Hendrar Prihadi alias Hendi, menegaskan komitmennya penataan permukiman kumuh dan ketersediaan hunian murah di Kota Semarang.
Hal ini terlihat pada saat calon Walikota Semarang petahana tersebut meresmikan Groundbreaking program Sejuta Rumah (SejutaRumah.Id) di Kota Semarang, Senin (28/9).
Program Sejuta Rumah bertujuan untuk mengurangi tingkat kekumuhan permukiman di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Hendi mengatakan optimis bahwa program ini dapat menjadi solusi dari backlog (kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan masyarakat) di Kota Semarang.
“Kami menargetkan untuk melakukan bedah rumah tuntas dan pemukiman kumuh selambatnya-lambatnya pada tahun 2019”, tegas Hendi.
Seperti diketahui, mengenai rehab rumah miskin, Pemerintah Kota Semarang pada tahun 2012 sampai 2014 telah berhasil melakukan rehab rumah miskin sebanyak 982 unit, angka tersebut naik sangat tajam dibanding periode sebelumnya yang rata-rata merehab 131 unit per tahunnya.
Program Sejuta Rumah sendiri direncanakan akan dijual pada kisaran harga 105 juta rupiah / unit diperuntukkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan non MBR.
Di sisi lain, komitmen terhadap realisasi program Sejuta Rumah juga ditunjukkan oleh Pemerintah dengan memangkas perizinan pembangunan rumah bagi pengembang yang semula berjumlah 44 perizinan menjadi hanya 8 perizinan, yang diharapkan berpengaruh pada harga rumah yang menjadi sekitar 20% lebih murah.
Hendi juga mengatakan, “Program seperti ini (Sejuta Rumah) akan mendukung peningkatan jumlah nilai investasi di Kota Semarang”.
Tercatat pada tahun 2014, nilai investasi di Kota Semarang di bawah kepemimpinan Hendrar Prihadi berada pada kisaran 7,924 Triliun Rupiah, angka tersebut naik tajam dari periode sebelumnya yang pada tahun 2010 mencatatkan 357 Miliar Rupiah investasi. (*)