Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Mengharukan! Demi Anak Tirinya Pria Ini Rela Mengorbankan Nyawanya

Tom sadar penyakit yang dideritanya pun membutuhkan biaya besar untuk pengobatan. Namun, ia sudah pasrah dengan kondisi dirinya,

youtube
Tom Attwater 

TRIBUNJATENG.COM -- Tak selamanya orangtua tiri berlaku kejam kepada anak tirinya, hal ini dibuktikan oleh Tom Attwater (32), seorang pria yang begitu menyayangi Kelli (6), putri tirinya yang menderita kanker neuroblastoma sejak berusia tiga bulan dan mulai memburuk saat berusia tiga tahun.

Neuroblastoma merupakan kanker pada sistem saraf yang kerap terjadi pada anak-anak. Jenis kanker ini bisa tumbuh di berbagai bagian tubuh.

Kanker ini bersumber dari jaringan yang membentuk sistem saraf simpatis yakni bagian dari sistem saraf yang mengatur fungsi tubuh involunter/diluar kehendak, dengan cara meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah, mengkerutkan pembuluh darah dan merangsang hormon tertentu.

Sekitar 75 persen kanker ini diderita anak di bawah 5 tahun. Belum diketahui pasti penyebab munculnya kanker ini, namun faktor keturunan diduga ikut berperan dalam terbentuknya sel-sel tumor.

Pengobatan Kelli membutuhkan biaya yang tidak sedikit.  Demi Kelli, Tom berusaha mengumpulkan dana peduli kanker hingga 500 ribu poundsterling atau setara Rp 11 miliar. Padahal Tom sendiri bukanlah orang yang benar-benar sehat, Tom pun harus melawan penyakit tumor otaknya yang seudah ia derita selama tiga tahun.

Dokter yang menangani Kelli pun menyatakan penyakit gadis kecil ini sulit sembuh dan akan selalu kambuh. Hal itulah yang menyebabkan Tom berusaha mati-matian mengumpulkan dana untuk perawatan Kelli.

Tom sadar penyakit yang dideritanya pun membutuhkan biaya besar untuk pengobatan. Namun, ia sudah pasrah dengan kondisi dirinya, ia lebih mementingkan kondisi putri tirinya. Tom bersumpah tidak akan dapat pergi dengan damai jika belum memastikan Kelli mendapatkan perawatan yang baik dan dapat berumur panjang.

Sayangnya, kemarin sore Selasa (29/9) Tom menghembuskan nafas terakhir. Ia meninggal dunia di rumahnya, Pattingham, West Midlands, Inggris. Tom meninggalkan satu anak kandung laki-laki berusia empat bulan bernama Fletcher, seorang istri, Joely (28) dan putri tirinya, Kelli.

"Tom telah memberikan kenangan paling bahagia sepanjang hidup saya, dan saya tidak bisa menggambarkan betapa sakitnya saya kehilangan dia meski saya tahu suatu hari saya akan kehilangan dirinya namun saya tidak menyangka akan secepat ini," kata Joely menangis.

"Ini saat-saat yang berat bagi Kelli. Saya menjelaskan padanya di kepala ayahnya ada benjolan yang nakal sehingga ayah tidak bisa bertahan namun suatu hari kami akan bertemu di surga, " lanjutnya masih terisak. Joely yakin putrinya akan mengerti meski ia tahu hal ini tidak mudah bagi Kelli yang sehari-hari begitu dekat dengan ayah tirinya itu.

"Mungkin ini artinya, saat kami menikah dulu Tom meminta Kelli mendampingi kami hingga ke altar pernikahan, ia menggendong Kelli saat kami menikah. Mungkin ini maksudnya karena ia tak bisa menemani Kelli saat menikah nanti karena harus pergi terlebih dahulu," kenangnya.

Menurut Joely, Tom sudah sering menceritakan penyakitnya kepada Kelli, dan mengatakan suatu hari ayahnya bisa pergi kapanpun. Sejak itu, Tom semakin dekat dan selalu bersama Kelli, nyaris tak pernah berjauhan.

"Sedangkan Fletcher selalu memiliki wajah yang cerah ceria ketika berada di gendongan ayahnya. Kami memiliki banyak foto mereka berdua. Ayahnya adalah orang yang paling bahagia saat ia lahir."

"Saya akan membimbing dan mendidik Fletcher untuk tumbuh kuat dan baik seperti ayahnya. Tom juga sudah mempersiapkan surat-surat dan hadiah-hadiah yang akan diberikan saat Kelli dan Fletcher berulang tahun nanti," ucapnya.

Halaman 1/2
Tags
unik
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved