Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Succes Story

Berikut Perbincangan dengan Owner Skin's Essential Clinic

MEMBANGUN usaha berdasarkan passion atau hal yang digemari merupakan kunci sukses Merlin Hernanto di bisnis kecantikan.

Tayang:
Penulis: hermawan Endra | Editor: rustam aji
TRIBUN JATENG/ A PRIANGGORO
dr. Merlin Hernanto, M.Sc, SpKK 

MEMBANGUN usaha berdasarkan passion atau hal yang digemari merupakan kunci sukses Merlin Hernanto di bisnis kecantikan. Berbekal ilmu yang didapat semasa kuliah di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, ibu dari dua anak itu berhasil membangun usaha sendiri berbendera SEC (Skin's Essential Clinic). Berikut penuturannya kepada wartawan Tribun Jateng, Hermawan Endra dan Adi Prianggoro, di kantornya, Jalan Thamrin 53-55 Semarang, baru-baru ini.

Bagaimana awal cerita mendirikan SEC?
Sekitar empat tahun lalu, karena saya kuliah di bidang dokter spesialis kulit dan saya punya passion soal kosmetik dan kecantikan, jadi saya ada ide membuka SEC. Pertama kali saya membuka outlet masih bentuk rumah biasa, di Jalan Merapi 20 Candi, Semarang pada sekitar November 2010.

Kemudian jumlah pasien datang makin banyak dan ruangan tidak memenuhi lagi, sehingga pindah ke gedung baru ini setahun lalu. Sebenarnya klinik ini tidak melulu soal kecantikan, tetapi juga menangani semua penyakit kulit seperti alergi, infeksi, hingga penyakit menular seksual.

pemilik sec
Membangun usaha berdasarkan passion atau hal yang digemari merupakan kunci sukses dr. Merlin Hernanto, M.Sc, SpKK di bisnis kecantikan. Berbekal ilmu yang didapat semasa kuliah di Undip dan UGM, ibu dari dua anak ini berhasil membangun usaha sendiri berbendera SEC (Skin's Essential Clinic). (tribun jateng/a prianggoro)

Kenapa Anda memilih membuka usaha daripada bekerja di rumah sakit?
Karena memang ingin berkreasi sendiri. Kalau membuka usaha saya bisa menentukan kebijaksanaan klinik dan pelayanan seperti apa yang akan dibangun dan diberikan kepada masyarakat. Sebenarnya itu yang menjadi tujuan saya.

Menurut anda, bagaimana prospek bisnis kecantikan?
Prospeknya bagus, karena saat ini lifestyle dan gaya hidup terus berkembang. Masyarakat sudah peduli dengan yang namanya merawat kulit sehat agar terlihat cantik.

Kenapa memilih membuka usaha di Semarang?
Saya dulu pernah tinggal di Semarang. Menurut saya, daerah ini belum banyak ada klinik kecantikan. Selain itu, masyarakatnya juga sudah mulai peduli untuk menjalani treatment-treatment modern seperti yang ada di kota besar lain, khususnya Jakarta.

Bagaimana penerimaan masyarakat saat klinik kecantikan ini dibuka?
Dulu waktu memulai usaha ini masyarakat belum banyak yang kenal prosedur kecantikan modern. Agak sedikit susah sih, artinya mereka ditawarkan prosedur yang mungkin sudah biasa dilakukan di kota-kota besar seperti Jakarta, tapi masih takut atau belum mau karena khawatir berisiko. Setelah kami edukasi dengan mengadakan pelatihan dan gathering, perlahan mereka mulai open mainded.

Apa konsep yang ditawarkan SEC kepada konsumen?
Kami memberikan kulit yang tidak hanya cantik, tetapi juga sehat, agar mereka tidak salah dalam memilih produk kecantikan dan treatment yang aman. Hal itu karena selama ini banyak bermunculan cream tidak jelas, dan treatment berbahaya, seperti memancungkan hidung disuntuk silicon malah jadinya jelek.
Kami mengedepankan keselamatan pasien, mengingat kami semua adalah dokter, jadi tidak semata-mata bisnis oriented tapi juga memberi edukasi kepada konsumen soal perawatan kulit yang benar, sehat, dan medis.

Apa permintaan paling banyak dari pasien?
Paling banyak menghilangkan flek dan jerawat. Ada juga pasien yang datang mengobati alergi dan infeksi kulit.

Apakah anda ikut menangani langsung?
Saya saat ini tinggal di Jakarta dan izin prakteknya ada di sana, sehingga tidak boleh melakukan praktek di luar area. Untuk itu saya menghadirkan dua dokter spesialis kulit yang membantu bisnis saya di Semarang. Mereka teman sekaligus adik kelas semasa kuliah. Meski jarang ada di Semarang, saya tidak merasa khawatir. Sebab, setiap hari mereka memberikan laporan kinerja klinik. Sedangkan saya tiap sebulan sekali datang ke Semarang untuk mengontrol.

Layanan dan peralatan modern seperti apa yang dimiliki SEC?
Semua ada, seperti laser hingga radio frekuensi untuk pelangsingan. Non-teknologinya seperti filler dan botoks, memasukan cairan supaya kerutan wajah berkurang. Ada juga benang dari korea yang fungsinya untuk peremajaan kulit dan membentuk wajah agar proporsional.

Apakah Anda sendirian membangun bisnis ini?
Bisnis ini dibantu suami saya. Background dia dari ekonomi, sehingga ikut menangani dan mengelola manajemen keuangan, sampai pada desain interior outlet. Kami punya keinginan SEC identik dengan teknologi, sehingga dibuatlah menjadi bangunan yang memunculkan kesan modern, tapi juga nyaman bagi pasien. Kami saat ini memiliki 45 karyawan, mulai dari tenaga medis hingga pembantu.

Apa tantangan terbesar membangun bisnis kecantikan?
Tantangannya adalah menjalin dan menjaga hubungan baik dengan pasien. Sebisa mungkin memahami keluhan-keluhan mereka agar perawatan yang diberikan sesuai dengan keinginan konsumen. Kadang menurut kami bagus, tapi belum tentu bagi mereka hal itu dibutuhkan. Saya percaya apabila pasien puas dengan pelayanan yang diberikan, bisnis akan ikut berkembang, begitu juga sebaliknya.

Bagaimana strategi promosi yang Anda lakukan?
Kami menggandeng banyak sekali komunitas, seperti perbankan, misalnya memberikan diskon dan cicilan bunga nol persen. Selain itu beberapa komunitas arisan atau sosialita juga kami rangkul, misalnya saat menggelar gathering untuk edukasi perawatan kecantikan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved