Kamis, 18 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Inilah Lukisan Terakhir Mendiang Pak Raden yang Belum Selesai

sebelum meninggal, Suyadi alias Pak Raden sebenarnya tengah sibuk mempersiapkan pameran tunggal sketsa dan lukisan.

Tayang:
Editor: rustam aji
KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG PANGERANG
Lukisan terakhir drs Suyadi alias Pak Raden yang belum selesai dikerjakan masih terpampang di kediamannya di Jalan Petamburan III RT 03/RW 04, Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (31/10/2015). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA  — Tokoh kenamaan dalam serial boneka Si Unyil, Drs Suyadi (82) alias Pak Raden, tutup usia karena penyakit infeksi paru-paru pada Jumat (30/10/2015). Menurut kerabatnya, sebelum meninggal, Suyadi sebenarnya tengah sibuk mempersiapkan pameran tunggal sketsa dan lukisan.

"Beliau memang lagi menyiapkan pameran tunggal di Bentara Budaya Jakarta (BBJ)," kata Maman Yudawinata (55), pembuat replika boneka Si Unyil dan rekan kerja Pak Raden sejak era 1980-an, kepada Kompas.com usai melayat di kediaman Pak Raden di Jalan Petamburan III RT 03/RW 04, Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (31/10/2015) pagi.

"Terakhir itu beliau lagi melukis tentang anak-anak yang nonton pagelaran wayang. Tapi, belum selesai itu," tambahnya.

Maman mengatakan, Suyadi sangat berkonsentrasi membuat sketsa dan lukisan beberapa bulan terakhir. Jika ada yang datang bertamu ke rumahnya, Suyadi tak akan menemui sebelum membuat janji. Sebab, lanjut Maman, Suyadi biasanya tak ingin diganggu ketika sedang asyik menggoreskan pensil di kanvas.

"Harus telepon dulu mau ketemu jam berapa, baru bisa supaya beliau bisa istirahat menggambar, terus dijadwal ketemu siapa saja. Kalau langsung datang, ketok-ketok di rumahnya, enggak bakal digubris," tuturnya.

Maman mengatakan, beberapa karya Suyadi sudah dikemas untuk pameran tunggal yang rencananya digelar di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, 21 November 2015.

"Seratus lebih mungkin, sudah banyak yang di-packing, ditaruh di belakang (dapur). Terus sebagian di kamar sama ruang depan," ucap Maman.

Ketika Kompas.com memasuki kediaman almarhum, tampak di dalam kamar bagian depan dipenuhi lukisan karya Pak Raden. Salah satu lukisan terakhir pria yang dikenal dengan belangkon, pakaian beskap, dan kumis tebal itu masih terpasang di penyangga kanvas.

Di pintu ruang kerjanya tertempel kertas bertuliskan, "Saya butuh waktu untuk melukis dan menggambar. Mohon maaf saya terdesak deadline. Harap maklum". Tulisan itu disertai tanda tangan Pak Raden, tertanggal 29 November 2013.

Suyadi sebelumnya pernah menggelar pameran tunggal lukisan yang bertajuk "Noir et Blanc" di Bentara Budaya pada 26 April-5 Mei 2013 lalu. (*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
Live
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved