Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kabupaten Tegal Jadi Pilot Project Pengembangan Bawang Putih Kualitas Unggul

Kabupaten Tegal Jadi Pilot Project Pengembangan Bawang Putih Kualitas Unggul

Penulis: fajar eko nugroho | Editor: iswidodo
tribunjateng/fajar eko nugroho
BAWANG PUTIH - Bupati Tegal Enthus Susmono dan Wakil Bupati Umi Azizah bersama unsur akademisi IPB, perwakilan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal dan Forkompinda melakukan panen bawang putih varietes unggul di Desa Tuwel Bojong, Selasa (3/11/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Fajar Eko Nugroho

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Bupati Tegal Enthus Susmono dan Wakil Bupati Umi Azizah bersama unsur akademisi IPB, perwakilan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal dan Forkompinda melakukan panen bawang putih varietes unggul di Desa Tuwel Bojong, Selasa (3/11/2015).

Usai melakukan panen perdana di lahan seluas 3.000 meter persegi ini, Kepala Perwakilan BI Tegal menandatangani nota kesepakatan dengan gabungan kelompok tani (gapoktan) di Desa Tuwel khususnya pengembangan bawang putih varietas unggul.

Direktur Departemen Pengembangan UMKM Bank Indonesia, Yunita Resmi Sari mengatakan, Kabupaten Tegal resmi menjadi pilot project pengembangan budidaya bawang putih di Indonesia, guna mengurangi terjadinya inflasi dan impor.

Adapun bawang putih varietas unggul berasal dari Tawangmangu yang juga dimulai dikembangkan di Desa Tuwel. Menurutnya, pengembangan budidaya bawang putih perlu dilakukan untuk menekan inflasi serta peran impor. Sebab, komoditas tersebut masih sangat mempengaruhi inflasi di Indonesia. Termasuk pula bawang merah, cabai merah dan daging sapi.

"Kita ketahui bersama, selama ini pemerintah masih mengandalkan impor bawang putih sebesar 500 ribu ton per hari, atau setara dengan Rp 4 Triliun. Dengan adanya budidaya, maka akan menambah ekonomi baru bagi petani dengan didorong bantuan klaster se-Indonesia,"kata Yunita Resmi Sari.

Selainitu, BI akan memberikan bantuan akademisi dalam hal rekayasa pengolahan tanah hingga mendapatkan benih bawang yang cepat panen dalam waktu 100 hari. "Dengan pengembangan bawangputih varietes unggul ini, akan membuat petani lebih untung karena masa panen yang hanya membutuhkan waktu antara 90-100 hari saja. Dan juga hasil produksi dan Kualitasnya bermutu tinggi serta tidak kaah dengan bawang putih impor,"ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved