Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Nakhoda Coba Kelabui Petugas dengan Mengatakan Kapal Rusak

Saat dilakukan pemeriksaan, nakhoda kapal yang sudah ditetapkan tersangka, Fian Alun Nufrianto, mencoba mengelabui petugas

Penulis: muh radlis | Editor: rustam aji
Nakhoda Coba Kelabui Petugas dengan Mengatakan Kapal Rusak - kelabui-petugas-bea-cukai-nahkoda-mengaku-kapal-tanker-sedang-rusak_20151127_193115.jpg
TRIBUNJATENG/MUH RADLIS
Kelabui Petugas Bea Cukai, Nahkoda Mengaku Kapal Tanker Sedang Rusak. Kapal Tanker itu akhirnya ditarik dari perairan Karimun ke Tanjung Emas Semarang, Kamis 27 November 2015
Nakhoda Coba Kelabui Petugas dengan Mengatakan Kapal Rusak - ternyata-kapal-tanker-ini-pengepul-bbm-bersubsidi-lalu-dijual-di-perairan-internasional_20151127_202636.jpg
tribunjateng/muh radlis
Ternyata Kapal Tanker Ini Pengepul BBM Bersubsidi Lalu Dijual di Perairan Internasional. Kapal ini setelah disergap Bea Cukai di perairan Karimunjawa sekarang dibawa ke Tanjung Emas untuk penyelidikan.

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kapal tanker MT-BS9 diamankan di perairan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah. Sebelumnya, kapal berbendera Malabo itu melakukan perpindahan BBM jenis premium dengan cara ship to ship (dari kapal ke kapal) di perairan Bangka Belitung.

Perairan Karimunjawa merupakan areal steril dari parkir atau lego jangkar terutama untuk kapal tanker. Namun tim dari Kanwil Bea Cukai Jateng DIY mendapati kapal tanker tersebut sedang lego jangkar di perairan Karimunjawa.

Berdasarkan informasi dari Intelijen TNI Angkatan Laut, tim Bea Cukai melakukan pemeriksaan terhadap kapal tanker itu. Saat dilakukan pemeriksaan, nakhoda kapal yang sudah ditetapkan tersangka, Fian Alun Nufrianto, mencoba mengelabui petugas dengan mengaku kapal tersebut sedang rusak.

Tak percaya begitu saja, dilakukanlah pemeriksaan secara menyeluruh dan diketahui kapal tersebut tidak rusak.

"Selain kapalnya tidak rusak, dokumen berupa manifes muatan dan crewlist atau daftar ABK tidak ada, nakhoda tidak memiliki surat persetujuan berlayar dari kantor Syahbandar dan muatan BBM berupa premium sebanyak 133 ribu liter tidak dilengkapi dokumen pengangkutan," kata Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Untung Basuki, Jumat (27/11).

Untung menuturkan, kapal tanker MT-BS9 melakukan aktivitas "mengepul" BBM jenis premium di berbagai perairan di Indonesia.

BBM yang dikumpulkan merupakan BBM diduga berasal dari subsidi negara. "Khusus kapal MT-BS9 baru pertama kali kami tangkap. Terkait sudah berapa lama beroperasi, masih kami dalami," kata Untung.

Untung menuturkan, BBM jenis premium yang telah terkumpul nantinya akan dijual ke luar negeri. Direktur Jendral Bea Cukai, Heru Pambudi, menuturkan, di sebelah utara Pulau Bintan merupakan perairan internasional. Menurut Heru di lokasi tersebut merupakan tempat dimana kapal tanker luar negeri lego jangkar.

"Di utara Pulau Bintan itu perairan internasional, banyak kapal tanker di situ. Transaksinya di situ," kata Heru. (Lyz)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved