Legitnya Wingko Babat Dyriana Tersedia Lima Pilihan Rasa
Semua bahan yang digunakan alami. Sebagai misal rasa durian bahannya benar-benar durian yang diolah bersama kelapa dan tepung beras ketan.
Penulis: galih priatmojo | Editor: muslimah
Laporan reporter Tribun Jateng Galih Priatmojo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menilik dari asal-usulnya, wingko babat sebetulnya bermula dari daerah Babat di Lamongan, Jawa Timur. Namun lantaran banyak diproduksi di Semarang, makanan yang berbahan utama kelapa dan tepung beras ketan ini lebih dikenal sebagai buah tangan dari Semarang.
Penjaja penganan ini yang cukup ramai adalah di toko Bandeng Juwana yang terletak di kawasan pusat oleh-oleh Jalan Pandanaran, Semarang.
Kepala Toko Bandeng Juwana, Putra Jaka Laksana, mengatakan, wingko babat yang diberinama dyriana sangat laris sebagai oleh-oleh, terutama saat musim liburan tiba.
Bahan utama kue tradisional ini yakni kelapa muda, tepung beras ketan serta gula. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur dan dicetak bundar lalu dipanggang.

Wingko babat lima rasa
Joko menyebut ada sebanyak lima rasa wingko babat di tokonya. Rasa original yakni kelapa merupakan yang favorit setelah itu disusul yang rasa durian.
"Sisanya ada rasa nangka, chocochip coklat, serta rasa pisang. Semua bahan yang digunakan alami. Sebagai misal rasa durian bahannya benar-benar durian yang diolah bersama kelapa dan tepung beras ketan," terangnya.
Soal rasa cukup manis legit dengan tambahan sensasi kelapa saat digigit. Teksturnya agak sedikit liat tetapi lembut.
"Untuk harganya bervariasi tergantung rasa, mulai dari yang original Rp 60 ribu perdos dan yang paling tinggi Rp 80 ribu perdos untuk yang rasa durian. Satu dos isinya 20 pcs," ungkapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wingko_20151130_141226.jpg)