Kisah Bas Wie, Pria Indonesia yang Nekat Naik Roda Pesawat ke Australia
Ia ditemukan di roda pesawat itu –dalam kondisi tak sadar, terkoyak dan terbakar oleh saluran pembuangan pesawat -ketika mendarat di Darwin
Episode kala itu, yang direkomendasikan kepada pihak penayang oleh sejarawan Peter Spillett, menunjukkan Bas Wie berkomunikasi diam-diam dengan produser menggunakan telepon tetangganya, dan perjalanan Bas Wie ke Sydney untuk memberikan bendera baru Wilayah Utara Australia kepada pemerintah.
"Itu sangat istimewa," kenang Bas Wie.
Kisah Bas Wie bertahan selama beberapa dekade
Keluarga Bas Wie juga sempat kembali ke Kupang untuk reuni dengan kerabat lama yang sempat putus kontak, dan merayakan ulang tahun ke-50 kedatangan Bas Wie ke Darwin. Kedua peristiwa ini diliput oleh media.
"Saya kira itu hanya perkembangan alami dari cerita hidup seseorang selama bertahun-tahun. Semuanya mengalir bersama dan berjalan dengan pas. Ada sebuah foto di sana; acara televisi di sana," kata Margaret.
Belakangan ini, setelah serangan jantung, tiga bypass dan diagnosa Alzheimer’s, Bas Wie tinggal di sebuah desa pensiunan di Darwin, dan wawancara terhadapnya, yang sudah jarang terjadi, difasilitasi melalui istrinya, Margaret. (Australia Plus ABC)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bas-wie_20151219_172645.jpg)