Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ganjar Blak-blakan Soal Pertemuannya dengan Pengurus Gafatar

Saat bertatap muka secara langsung dengan mereka. Termasuk satu di antara pertanyaannya adalah terkait hubungan mereka dengan Ahmad Musadeq.

Tayang:
TRIBUNJATENG/M NUR HUDA
Ganjar Pranowo Pimpin Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Banjir dan Tanah Longsor di Simpanglima, Selasa 5 Januari 2016 

Setelah mengetahui ada ketidakberesan terhadap ormas tersebut, pihaknya kemudian menyampaikan hasilnya kepada Forkomindo. Akhirnya audiensi batal.

Di Demak, Gafatar pernah audiensi dengan Pemkab Demak pada 22 Januari 2015. Saat itu mereka menemui Kepala Kesbangpolinmas Kabupaten Demak, Taufik Rifai untuk memaparkan sepak terjang organisasi mereka.

"Mereka saat itu memperkenalkan diri bergerak di bidang sosial, ada lima orang yang datang saat itu, " jelas Taufik.

Ditambahkan Taufik secara struktural Gafatar di Demak tidak ada. Meski demikian, melihat fenomena yang ada, pihaknya menghimbau masyarakat berhati-hati.

Izin bakal ditinjau ulang

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan meninjau ulang izin Gafatar yang terdaftar di Kesbangpolinmas.

“Izin di Kesbangpolinmas tentunya akan dikaji ulang jika memang itu tidak sesuai,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sri Puryono, kemarin.

Menurutnya ajaran yang disampaikan Gafatar tidak benar. Dari komunikasi yang ia lakukan dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), organisasi itu mengaku seorang yang beragama tertentu tapi pengamalannya tidak sesuai dengan kitab sucinya.

“Itu yang salah. Sebagai orang Islam amalannya kan sesuai Quran dan Hadis, tapi dia tidak. Itu yang tidak bener,” ujarnya.

Kepala Badan Kesbangpolinmas Provinsi Jawa Tengah, Achmad Rofai mengungkapkan, Gafatar sudah tidak terdaftar di Kesbangpolinmas.

Kasat Intel Polrestabes Semarang, AKBP Syarif Rahman, mengatakan, pihaknya masih menunggu petunjuk dari Mabes Polri terkait keberadaan organisasi Gafatar.

"Selanjutnya akan kami komunikasikan ke Kesbangpollinmas Kota Semarang," kata Syarif.

Syarif mengatakan, untuk di Kota Semarang, anggota Gafatar ini belum menunjukkan aktivitas menyimpang atau yang berkaitan dengan keagamaan. (dse/put/lyz/had)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved