Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Festival Durian

Sendra Tari Resi Mayangkara Legkapi Meriahnya Pesta Durian di Gunungpati Semarang

Siang itu berkunjung ke Goa Kreo memang serasa mendapat paket lengkap..

Penulis: rival al manaf | Editor: a prianggoro
Tribun Jateng/Rival Al Manaf
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (memakai kaos warna merah) menunjukkan durian, Sabtu (6/02/2016). 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Semakin siang, suasana Festival Durian Semarang Gunungpati di Goa Kreo semakin meriah. Akses menuju ke Goa Kreo bahkan sempat tersendat karena banyaknya mobil yang parkir di kanan-kiri jalan di jalur yang sempit. Suasana mendung siang itu tidak menyrutkan minat masyarakat untuk menikmati Durian Monti (montong gunungpati).

Siang itu berkunjung ke Goa Kreo memang serasa mendapat paket lengkap, selain bisa menikmati Waduk Jatibarang yang eksotis pengunjung juga disuguhi ribuan durian yang sudah bisa dinikmati mulai harga Rp 40 ribu. Belum lagi panitia Festival Durian juga menyuguhkan berbagai pertunjukan mulai dari lomba, hingga berbagai petas kesenian lokal.

Musik gamelan melantun menemani syahdunya siang itu sembari melahap durian dan menikmati landscape waduk jatibarang.

Belum lagi pertunjukan sendra tari Resi Mayangkara yang menceritakan aksi heroik kera-kera Goa Kreo melawan barongan dalam menyelamatkan durian Monti.

Pasuka kera itu kemudian mengajak gadis-gadis desa menanam dan menari durian Monti yang memiliki rasa manis legit.

Dwi Setiyono, salah satu penari yang memerankan kera putih menjelaskan Resi Mayangkara memiliki pesan untuk melestarikan durian monti yang memiliki nilai kelokalan.

"Barongan diibaratkan sebagai durian impor dan luar daerah yang akan menyaingi keunggulan Monti, namun pasukan kera berhasil membawa kembali durian," terang Dwi Setiyono.

Kesenian yang ditampilkan atas kolaborasi UKM Kesenian Jawa Unnes dengan kelompok kesenian setempat itu seolah menyajikan pentas wayang orang dengan latar Goa Kreo dan Waduk Jatibarang.

"Persiapan kurang lebih satu bulan, tantangannya ya kita harus siap membawa durian sambil bernari," Imbuh Dwi.

Selain itu, dalam kegiatan itu juga diresmikan lagu Durian Gunungpati dengan langgam Jawa yang diciptakan Dr Widodo dari Unnes. Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengapresiasi penyelenggaraan festival yang meriah dengan mengkombinasikan berbagai kesenian.

"Harusnya memang seperti ini, kegiatan bisa dibuat semenarik mungkin, dibumbui kesenian dan cerita sehingga mendatangkan lebih banyak orang, lebih banyak wisatawan, harusnya nanti juga dibuat festival Mangga, Batik, atau yang lainnya dengan konsep semacam ini yang membuat lebih regeng dan gayeng," sambut Ganjar. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved