Kamis, 14 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Mengenal Wanita dari Sosok Tokoh Drupadi

Mengenal Wanita dari Sosok Tokoh Drupadi

Tayang:
Penulis: galih priatmojo | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG/HERMAWAN HANDAKA
BOOK LOVER Rajiv Srivastava_Crown Plaza Semarang 

• Director of Food and Beverage Hotel Crowne Plaza Semarang Favoritkan Buku The Palace of Illusions

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Siapa tak kenal kisah epos Mahabharata? Cerita kolosal yang melegenda di ingatan masyarakat India itu juga lekat di benak Rajiv Srivastava. Director of Food and Beverage Plaza Crown Hotel Semarang ini menganggap Mahabharata tak sekadar cerita legenda melainkan juga cerminan dari kehidupan manusia.

Dibalik cerita perang Baratayudha yang menjadi simbol antara hitam dan putih kehidupan itu terdapat satu nukilan cerita yang menarik perhatian Rajiv. Cerita tersebut tersaji secara apik dalam buku The Palace of Illusions.

"Buku ini memberi sudut pandang lain dari sebuah epos Mahabharata yang terkenal itu. Tokoh sentral di buku ini adalah Drupadi atau Dropadi atau Panchali," ujar Rajiv.

Buku terbitan tahun 2009 itu ditulis Chitra Banerjee. Diceritakan dari sudut pandang orang pertama tokoh utama, Drupadi. Perempuan yang lahir dari api ini diceritakan memiliki garis takdir menjadi istri dari lima tokoh besar dalam cerita pewayangan Mahabharata. Perannya digadang menjadi kekuatan yang mampu mengubah sejarah saat itu.

"Disini, Chitra mencoba menyingkap sosok Drupadi mulai kelahiran hingga lika-liku perjalanan hidupnya dengan latar kisah epos Mahabharata yang jadi takdir hidupnya," kata Rajiv.
Menurut Rajiv, di buku tersebut, Drupadi diceritakan sebagai seorang putri yang lahir dari dalam api bersama kembarannya, Drestadyumna. Semenjak lahir, Drupadi dikenal spesial, tak seperti perempuan bangsawan pada umumnya. Ia memiliki rasa ingin tahu dan keras kepala, sifat yang tidak sepantasnya dimiliki seorang putri raja.

Ia kerap kecewa karena diperlakukan berbeda dari saudara kembar yang dipersiapkan sang ayah, Raja Drupada, membalas dendam kepada guru pangeran Hastinapura, Drona. Sampai suatu hari, Drupadi mengunjungi seorang peramal di hutan dan ia mengetahui suratan takdirnya, meski setengah tak percaya. Bagaimana mungkin seorang wanita memiliki lima orang suami? Namun, tidak butuh waktu lama baginya untuk mengetahui satu per satu ramalan tersebut menjadi kenyataan.

Semua dimulai ketika Raja Drupada mengadakan sayembara mencari calon suami bagi Drupadi. Arjuna, yang saat itu menyamar sebagai brahmana, berhasil memenangkan sayembara dan membawa Drupadi kepada ibu dan saudara-saudaranya yang tinggal di sebuah pondok. Kunti, sang ibu, kemudian menyuruh kelima anaknya menikahi Drupadi.

Setelah itu, perjalanan Drupadi bersama keluarga Pandawa yang sebenarnya merupakan ahli waris sah dari kerajaan Hastinapura berlanjut. Ada saat-saat sulit, di mana Drupadi harus merebut hati ibu mertua, ada saat-saat senang ketika akhirnya Pandawa berhasil membangun istana khayalan yang merupakan istana terindah di dunia, juga saat-saat di mana harga diri harus terluka dan ia harus hidup dalam persembunyian. Ada kalanya pula, hatinya terasa mengkhianati karena meski telah memiliki lima suami, sebenarnya hati Drupadi telah tertambat pada lelaki lain.

Dan, pada akhirnya, sampailah Drupadi pada takdir yang paling utama, menjadi penyulut perang besar antara dua kubu saudara di padang Kurushetra. "Buku ini sangat humanis. Saya ingat, ada satu kisah di buku ini, bagaimana perasaan yang harus dihadapi Drupadi saat Yudhistira meninggal dunia dan dia kehilangan lima anak. begitu menyentuh serta bertolak balik dengan cerita yang selama ini diketahui tentang epos Mahabharata," jelasnya.

Rajiv menyebut, si penulis mampu melukiskan sosok Drupadi menjadi seorang perempuan yang tangguh menjalani hidup. Rajiv menilai, perspektif ini jarang dibidik, terutama di India, negara asal cerita.

"Tradisi di sana (India), porsi antara perempuan dan pria tak sepenuhnya seimbang. Dan tentu, ini jadi hal menarik bagi saya. Banyak pelajaran, terutama sikap menghargai sosok wanita dalam kehidupan," tandasnya. Tak heran, Rajiv menjadikan buku ini sebagai satu buku favorit.
Rajiv memang menyuka tema humanis yang bisa membuat lebih peka terhadap orang-orang yang ada di sekitar. Apalagi, dia berkecimpung di dunia yang mempertemukan dengan banyak orang.

"Saya suka membaca buku bertema humanis sejak duduk di bangku SMA. Menurut saya, tema itu bisa melatih sisi humanis saya untuk memahami perasaan orang-orang di sekitar. Ini penting karena saya tidak suka membuat orang sedih atau kecewa. Jadi saya harus pintar memahami mereka," ucapnya. (tribunjateng/galih priatmojo)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved