Keledang, Buah Asli Hutan Kalimantan yang Mulai Langka
Pernah mencicip buah keledang? Buah ini merupakan buah asli Kalimantan dari pohon yang menjulang hingga mencapai 35 meter.
Penulis: galih permadi | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Pernah mencicip buah keledang? Buah ini merupakan buah asli Kalimantan dari pohon yang menjulang hingga mencapai 35 meter.
Pada saat musim buah, Keledang masih dapat dijumpai di pasar-pasar tradisional di kota-kota di Kalimantan. Eksotisme buah ini memang kalah dengan ketenaran buah cempedak. Cempedak berbau harum menyengat dan banyak penikmatnya, sementara Keledang cenderung tidak berbau tajam.
"Namun rasanya yang manis asam menyegarkan masih menjadi daya tarik tersendiri," kata Pejabat fungsional Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Jateng, Budi Santoso dalam rilis yang diterima Tribun Jateng, Selasa (9/2/2016).
Budi mengatakan buah keledang berbentuk membulat dengan diameter dapat mencapai 20-25cm, tidak seperti keluarganya cempedak yang memanjang. Daging buahnya berwarna putih atau kuning kemerahan (orange) dengan biji kecil didalamnya.
"Buah keledang rasanya manis dan daging buahnya terpisah dari bijinya seperti nangka. Sensasi rasanya merupakan campuran antara nangka dan manggis," ujarnya.
Keledang menyebar mulai dari Thailand, Semenanjung Malaya, Sumatera, Bangka, Kepulauan Lingga dan Riau, dan Borneo.
Ada dua anak jenisnya, yakni A. l. lanceifolius danA. l. clementis (Merr.) Jarrett; yang terakhir ini endemik di Borneo bagian timur laut. Umumnya ditemukan di hutan hujan tropika dataran rendah dan perbukitan hingga ketinggian 600(-1100) m dpl. "Saat ini buah ini mulai langka ditemui," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/buah-keledang_20160209_172451.jpg)