Sabtu, 16 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

KA Argo Bromo Vs Avanza di Grobogan

"Menangis pun Tak Bisa", Ini Fakta Lengkap Argo Bromo Tabrak Avanza di Grobogan 4 Tewas 5 Luka

Tak ada yang menduga jika perjalanan mengantar Jemaah haji dini hari itu diwarnai kejadian tragis, Empat nyawa hilang dan lima lainnya luka

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Msi | Editor: muslimah
Kompas.com/Satlantas Polres Grobogan
KERETA TABRAK AVANZA: Minibus pengantar jemaah haji dihantam Kereta Api di rel pelintasan tanpa palang pintu, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (1/5/2026) dinihari sekitar pukul 02.52 

Ringkasan Berita:
  • Iptu Arie mengatakan, berdasarkan hasil TKP sementara, kecelakaan diduga terjadi karena keterbatasan jarak pandang akibat kabut tebal. 
  • Mobil Avanza yang hendak melintas di perlintasan berpalang pintu swadaya tidak menyadari adanya KA yang melaju.
  • Hasil olah TKP sementara, kecelakaan diakibatkan jarak pandang terbatas akibat kabut.

 

TRIBUNJATENG.COM, GROBOGAN - Tak ada yang menduga jika perjalanan mengantar Jemaah haji dini hari itu diwarnai kejadian tragis, Empat nyawa hilang dan lima lainnya luka-luka.

Dahsyatnya kejadian tergambar dari puing-puing yang tersisa. 

Jumat (1/5/2026) sekira pukul 02.52, kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta di JPL 52 KM 29+800 jalur hulu Stasiun Panunggalan- Stasiun Kradenan, tepatnya di perlintasan Desa Sidorejo–Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan.

Insiden tersebut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi dengan sebuah mobil Avanza putih.

Baca juga: Ngerinya Kecelakaan Maut Kereta Vs Avanza di Grobogan, Mobil Terlempar 20 Meter Hantam Tiang Listrik

Mobil tersebut diketahui berisi sembilan orang yang dalam perjalanan mengantar calon jemaah calon haji, Sadi dan Wartini, warga Desa Sidorejo menuju Pendopo Kabupaten Grobogan.

Kronologi dan penyebab

Kanit Gakkum Satlantas Polres Grobogan, Iptu Arie Eko menjelaskan, mobil Avanza melaju dari arah selatan ke utara, atau dari arah Desa Sidorejo ke Desa Tuko.

Pada saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek melintas dari arah barat ke timur.

"Pada saat kejadian, kondisi di lokasi diselimuti kabut tebal dengan jarak pandang terbatas sekira 10 meter," jelasnya.

Akibat kecelakaan tersebut, empat orang meninggal, sementara penumpang lainnya mengalami luka dan dirawat di RSUD Grobogan.

Iptu Arie mengatakan, berdasarkan hasil TKP sementara, kecelakaan diduga terjadi karena keterbatasan jarak pandang akibat kabut tebal. 

Mobil Avanza yang hendak melintas di perlintasan berpalang pintu swadaya tidak menyadari adanya KA yang melaju.

"Hasil olah TKP sementara, kecelakaan diakibatkan jarak pandang terbatas akibat kabut."

"Saat mobil Avanza melintas di perlintasan berpalang pintu swadaya, bersamaan dari arah barat ke timur ada KA Argo Bromo Anggrek yang saat itu tidak terlihat," jelasnya.

Identitas Korban

KECELAKAAN KA - Kondisi mobil Toyota Avanza pengantar jemaah calon haji pasca tertabrak KA Argo Bromo Anggrek di rel pelintasan tanpa palang pintu, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jumat (1/5/2026) dini hari.
KECELAKAAN KA - Kondisi mobil Toyota Avanza pengantar jemaah calon haji pasca tertabrak KA Argo Bromo Anggrek di rel pelintasan tanpa palang pintu, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jumat (1/5/2026) dini hari. (Kompas.com/POLRES GROBOGAN)

Korban meninggal

  • Dalni (52) warga Dusun Ngablak, Desa Kemloko, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan
  • Muhamad Sakroni (52), warga Dusun Ngablak, Desa Kemloko, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.
  • Naila Dwi (11) warga Dusun Prau, Desa Mlowokrangtalun, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.
  • Shazia Belvania Mutia (2,5) warga Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan.
Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved