Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pesawat Tempur Terjatuh

Inilah Kondisi Korban dan Pesawat Yang Menghujam ke Tanah hingga 4 Meter

Dari informasi yang dihimpun dari seorang anggota tim evakuasi, kedalaman pesawat terhujam sampai empat meter.

Istimewa/Surya
Korban pesawat jatuh 

TRIBUNJATENG.COM, MALANG -- Pesawat tempur taktis Super Tucano TT-3108 milik TNI Angkata Udara menembus tanah hingga kedalaman empat meter.

Informasi ini diketahui Surya setelah pencarian pesawat yang jatuh di Jalan Laskda Adi Sucipto Gang XII No 4 Kecamatan Blimbing selesai, kemarin.

Pesawat itu terjatuh di bagian belakang rumah Mujianto. Letaknya berjarak sekitar 1,5 meter dari tembok dapur rumah Ny Ida Rahmawati.

Ketika ditemukan pertama, badan pesawat hanya tersisa ekor yang terlihat di atas tanah, sekitar 50 cm. Itu pun tertutup reruntuhan material bangunan. Tim evakuasi kemudian menggali lokasi utama terbenamnya pesawat itu.

Petugas harus melubangi tanah sekitar pesawat agar sebagian besar rangka pesawat bisa diangkat. Lubang tersebut berukuran 3 x 2 meter.

Dari informasi yang dihimpun dari seorang anggota tim evakuasi, kedalaman pesawat terhujam sampai empat meter.

Dalam penggalian evakuasi pesawat itulah, petugas menemukan tubuh juru mesin udara Serma Syaiful Arief Rakhman. Tubuh Syaiful ditemukan tidak utuh.

"Ya begitulah," jawab singkat Kepala Penerangan Lanud Abdulrachman Saleh, Mayor Khusus Hamdi Londong saat ditanya tentang bagian tubuh Syaiful yang ditemukan.

Lubang tersebut kemudian ditutup setelah operasi pencarian dan evakuasi dinyatakan selesai. Lubang itu diuruk kembali memakai tanah di sekitarnya. Pengurukan lubang dilakukan oleh eskavator.

Kepala Tim Evakuasi yang juga Kepala Dinas Operasi Lanud Abd Saleh, Kolonel Pnb Fairlyanto mengatakan evakuasi pesawat sudah selesai karena sudah menemukan bagian-bagian pesawat yang penting. "Puing-puing juga sudah kami amankan. FDR juga sudah ditemukan," ujarnya.

Terkait berapa lama penelitian terhadap rekaman FDR (Flight Data Recorder), Fairly belum bisa memastikan hal itu. "FDR akan dipelajari, dan kami harapkan bisa dilakukan secepat mungkin namun tergantung juga terhadap tingkat kesulitan mempelajarinya," imbuh Fairly.

FDR ditemukan pukul 09.15, Kamis (11/2). Selanjutnya FDR, juga ELT dan bagian besar rangka pesawat diangkut ke Lanud Abd Saleh. (Surya/uni)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved