Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pelantikan Kepala Daerah

Inilah Sanggul Khas Semarang Ala Kriseptiana Hendi

Pelantikan 17 kepala daerah yang diadakan di Lapangan Simpanglima semarak dengan busana warna merah dan putih.

Penulis: dini | Editor: Catur waskito Edy
Tribun Jateng/Galih Permadi
Hendi dan istrinya, Tia, di TPS 7 Kelurahan Lempongsari, Semarang 

TRIBUNJATENG.COM -- Pelantikan 17 kepala daerah yang diadakan di Lapangan Simpanglima semarak dengan busana warna merah dan putih.

Istri-istri kepala daerah dari berbagai daerah tampil anggun mengenakan kebaya warna merah. Kendati warnanya sama namun corak serta ciri khas tetap berbeda di tiap daerahnya.

Tia Hendrar Prihadi memilih kebaya sederhana, dengan brokat yang menyatu serta bentuk bros kuningan berbentuk oval. Kesan sederhana juga muncul dari riasan Tia yang minimalis. Meski tipis tetapi manis.

Istri Wali Kota Semarang ini mengakui butuh waktu satu minggu untuk menyiapkan kebaya tersebut. Beruntung, Tia punya penjahit langganan yang mengerti keinginannya.

"Saya tidak feminin, jadi rasanya berat pakai kebaya, tidak nyaman jadi ya yang simple saja sebaliknya saya enak pakai celana," paparnya pada Tribun Jateng.

Ketua PKK Kota Semarang tersebut ingin menonjolkan dandanan sanggul khas Semarangan. Lebih lanjut dia memaparkan, meski disanggul rambut Tia tidak disasak terlalu tinggi, tidak bulat.

"Dandannya mulai jam 07.00 tadi hanya butuh satu jam saja untuk persiapan baik rias maupun sanggulan," terang Tia.

Lain lagi dengan Elisabeth Endang Prasetyaningsih, istri Walikota Solo FX. Hadi Rudyatmo.

Kebaya Kutu Baru dengan brokat di samping kanan dan kiri menjadi pilihan. Endang mengatakan butuh waktu tiga hari untuk mempersiapkan setelan kebaya yang merupakan baju khas Indonesia.

Dia mengakui persiapan untuk tampil sempurna saat pelantikan suami menjadi Walikota Solo lebih ribet dibanding saat pelantikan walikota periode sebelumnya. Sebab, dia harus memilih model yang sesuai seleranya.

"Kalau kebaya sama modelnya tetapi saya ingin menonjolkan corak jaritnya yang asli dari solo batik motif Wahyu Temurun yang filosofinya mendapatkan anugerah baik," paparnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved