Tribunjateng Hari ini
Pemkab Wonosobo Andalkan Sektor Pariwisata untuk Dongkrak PAD
Untuk mengejar target PAD 2026 , BPPKAD Wonosobo menyiapkan sejumlah strategi, termasuk perluasan basis pajak di sektor pariwisata.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO – Pemkab Wonosobo menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp 1,9 triliun.
Nilai tersebut turun Rp 162,4 miliar atau 7,86 persen dibandingkan APBD 2025 yang mencapai Rp 2,06 triliun.
Penurunan APBD ini tidak lepas dari menyusutnya dana transfer dari Pemerintah Pusat yang selama ini masih menjadi penopang utama struktur pendapatan daerah.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk semakin mengandalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai sumber pembiayaan pembangunan.
Dalam struktur belanja APBD 2026, Pemkab Wonosobo masih memprioritaskan sektor pelayanan dasar.
Di sisi pendapatan, PAD 2026 ditargetkan Rp 377,3 miliar, dengan kontribusi terhadap APBD mencapai 19,81 persen.
Target tersebut disusun dengan mempertimbangkan capaian PAD pada tahun sebelumnya yang menunjukkan tren peningkatan.
Kepala Bidang Pengelolaan Pajak Daerah dan Pendapatan Daerah Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Wonosobo, Tri Hidayat menyebut, meski PAD menunjukkan tren peningkatan, ketergantungan terhadap dana transfer pusat masih cukup besar.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, terutama karena Transfer ke Daerah (TKD) juga mengalami penurunan.
Dana TKD Wonosobo pada 2026 tercatat Rp 1,46 triliun, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1,78 triliun.
"Penurunan ini terjadi secara nasional, termasuk di Kabupaten Wonosobo, dengan besaran penurunan hampir Rp 165 miliar," kata Tri Hidayat kepada Tribun Jateng, beberapa waktu lalu.
Untuk mengejar target PAD 2026 Rp 377,3 miliar, BPPKAD Wonosobo menyiapkan sejumlah strategi mulai dari optimalisasi objek pajak yang sudah ada hingga perluasan basis pajak di sektor pariwisata.
Pemkab Wonosobo mulai mendorong sektor pariwisata sebagai tumpuan utama pertumbuhan PAD ke depan.
Arah kebijakan ini tercermin dari fokus intensifikasi pajak daerah yang semakin mengarah ke aktivitas ekonomi berbasis wisata.
Peningkatan
pendapatan asli daerah
Pendapatan asli daerah (PAD)
dana transfer ke daerah
eksklusif
Tribunjateng.com
m syofri kurniawan
| Kali Pertama, Penyembelihan Dam Jemaah Haji Boyolali 2026 di RPH Ampel, Sauman Pun Senang |
|
|---|
| Masuk Kurikulum Pendidikan Sekolah di Jepara, Anak Belajar Praktik Pengelolaan Sampah Sejak Dini |
|
|---|
| Lagi, Polisi Tangkap Pocong Bonceng Sepeda Motor |
|
|---|
| Kemenag Jawa Tengah Sebut Padang Ati Bukan Pondok Pesantren |
|
|---|
| Pengasuh Ponpes Padepokan Padang Ati Jadi Tersangka Pencabulan Santriwati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tribun-Jateng-Hari-Ini-Rabu-21-Januari-2026.jpg)