Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kasihan, Gadis Tuna Rungu Ungaran Ini Jadi Korban Pencabulan di Bilik Warnet

Kasihan, Gadis Tuna Rungu Ungaran Ini Jadi Korban Pencabulan di Bilik Warnet

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: iswidodo
tribunjateng/dok
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Gadis tuna rungu inisial Ist (15) warga Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh Ari kenalannya via medsos Line. Ist diciumi di tempat umum hingga banyak cupang di lehernya. Kemudian Ist diajak ke warnet oleh Ari, dan terjadilah aksi pencabulan terhadap anak bawah umur tersebut.

Di bilik warnet itulah, korban dibujuk rayu hingga pelaku berhasil memainkan jari-jarinya di alat vital korban. Hal itu diakui oleh pelaku yang kini berhasil diringkus di Mapolres Semarang, Kamis 25/2/2016).

“Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengakui perbuatannya. Dengan cara memasukkan jari ke alat vital korban. Itu dilakukan di dalam bilik warnet,” kata Kanit Pelayanan dan Perlindungan Anak (PPA) Polres Semarang Iptu Lutfi D Aditya. Kejadian di kawasan Sewakul, Ungaran Barat.

Awal mulanya korban dan pelaku janjian ketemu di Alun-alun Bung Karno, Kalirejo, Ungaran Timur, Minggu (21/2) sekitar pukul 12.00 WIB. Di tempat tersebut, siswi SLB di Kota Semarang ini mendapat perlakuan tidak senonoh. Korban diciumi di bagian leher dan sejumlah bagian tubuh lain. Karena merasa tidak aman di area terbuka, korban diajak ke warnet di Sewakul. Hingga akhirnya terjadilah pelecehan seksual di tempat tersebut.

Pengungkapan itu bermula ketika ayah korban melihat ada bekas cupang di leher Ist. Setelah didesak akhirnya Ist mengaku bahwa itu bekas ciuman temannya bernama Ari.

“Kejadiannya (aksi pencabulan) Minggu (21/2) siang di sebuah warnet di daerah Sewakul,” tutur paman korban, JM (51) warga Nyatnyono, Ungaran Barat, Kamis (25/2). Ayah korban yang mengetahui anaknya telah jadi korban pencabulan, lantas berusaha menangkap pelaku.

Ayah korban inisial SUL mendesak anaknya agar mengajak pertemuan dengan pelaku. “Kami tidak tahu persis sudah berapa lama keponakan saya berteman dengan pelaku. Yang pasti, korban kenal pelaku lewat media sosial line,” kata JM.

Oleh karena itu keluarga korban melakukan klarifikasi kebenaran cerita tersebut. Korban diminta agar menghubungi pelaku untuk membuat janji bertemu di wilayah kawasan Taman Unyil. Keluarga korban akhirnya bertemu dengan pelaku pada hari Selasa (23/2) siang.

“Dia (pelaku) berusaha tidak mengakui perbuataanya. Ditanya identitasnya saja dia tak mau membuka. Akhirnya dibawa ke Mapolres Semarang dengan naik motor, pelaku diapit ayah dan kakak korban,” kata Joko.

Namun ayah korban tidak mengetahui alamat Mapolres Semarang. Ayah korban menanyakan kepada warga dimana letak Mapolres Semarang. Begitu pelaku sadar bahwa dirinya akan dibawa ke kantor polisi langsung melarikan diri nekat meloncat dari sepeda motor yang ditumpanginya.

“Terjadi lah pergulatan di tengah jalan. Warga sekitar yang tahu kejadian tersebut membantu meringkus pelaku. Akhirnya Ari tak berkutik dan digelandang ke Mapolres Semarang.,” ujar dia.

Selain menyerahkan pelaku, keluarga korban juga menyertakan sejumlah bukti seperti hasil pemeriksaan dokter yang menunjukkan adanya pelecehan seksual. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved