Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Penggusuran Kalijodo

Inilah Kenyataan Ancaman 1000 PSK Telanjang Saat Eksekusi

Ternyata ancaman akan adanya 1.000 pekerja seks komersial (PSK) yang telanjang jika Kalijodo digusur sejauh ini hanya omongan belaka.

TRIBUNNEWS.COM
ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Dulu PSK Kalijodo mengancam  Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang akan menggusur Kalijodo.

Adalah Mimi (21), seorang PSK Kalijodo mengeluarkan ancaman itu. Menurut dia, Ahok tidak akan mampu menertibkan kawasan Kalijodo.

"Idiiih.., berani ke sini dia (Ahok)? Awas, Mas, bahaya. Cowok-cowoknya sangar-sangar. Banyak kejadian kriminal di sini, Mas. Sekelas Ahok mah ya, sama orang di sini, aduuh... kagak bisa," kata Mimi, Rabu (10/2/2016), seperti dikutip warta kota.

"Kecuali Ahok ngancurinnya pakai tank, bisa kali. Ha-ha-ha! Datang saja sini kalau berani. Duh, saya sih serem lihatnya kalau beneran warga di sini ngamuk-ngamuk. Saya saranin, hati-hati," kata Mimi, saat duduk di depan sebuah klub tempat dia bekerja.

Ternyata ancaman akan adanya 1.000 pekerja seks komersial (PSK) yang telanjang jika Kalijodo digusur sejauh ini hanya omongan belaka.

Hari ini, Senin (29/2/2016), kawasan prostitusi Kalijodo sudah diratakan dengan tanah namun ancaman yang diutarakan kuasa hukum warga Kalijodo yakni Razman Arif Nasution itu belum ada.

Razman saat audiensi bersama dua pimpinan DPRD DKI, Mohamad Taufik dan Abraham 'Lulung' Lunggana di lantai 9 gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Jumat (19/2/2016) lalu menegaskan ancamannya 1.000 PSK Kalijodo akan melawan dengan cara yang berbeda, bila penertiban akan tetap dilakukan di kawasan itu.

"Kalau terjadi penggusuran, PSK urat malunya sudah tutup. Mereka bisa saja telanjang 1.000 orang," ujar Razman.

Hari ini, Razman mengunjungi Kalijodo. Di sela-sela pembongkaran bangunan, Razman mengklaim, ketiadaan perlawanan dari penghuni kawasan prostitusi yang tengah ditertibkan, tidak lepas dari perannya.

Razman sesumbar, dia punya kemampuan untuk menggerakkan massa untuk melawan dalam proses penertiban.

"Kalau saya ingin menggerakkan kemarin ceritanya beda. Kalau saya suruh lakukan perlawanan ceritanya beda," kata Razman di Kalijodo, Penjaringan, Jakarta, Senin (29/2/2016).

Tokoh masyarakat Kalijodo, Abdul Azis alias Daeng Azis, disebut Razman juga tidak melarang warga untuk melawan saat bangunan diratakan.

"Kemarin sore (28/2/2016) masih ketemu beliau, ia pesan kalau warga mau melawan silakan, kalau tidak juga tidak masalah saya tidak melarang," kata Razman. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved