Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Nikmatnya Kuliner Mangut Khas Pantura

Menyesap Kepala Manyung Khas Bu Fat, Artis hingga Presiden SBY Pernah Menikmatinya

Di Semarang, ada satu kuliner mangut yang cukup legendaris, yaitu mangut kepala ikan manyung Warung Bu Fat di Jalan Ariloka, Krobokan, Semarang Barat

Penulis: rika irawati | Editor: rustam aji
Menyesap Kepala Manyung Khas Bu Fat, Artis hingga Presiden SBY Pernah Menikmatinya - pilihan-mangut_20160305_190048.jpg
Tribun Jateng/ Hermawan Handaka
Pilihan menu mangut yang tersedia di Warung Bu Fat di Jalan Ariloka, Krobokan, Semarang Barat.
Menyesap Kepala Manyung Khas Bu Fat, Artis hingga Presiden SBY Pernah Menikmatinya - mangut-3_20160305_190609.jpg
Tribun Jateng/ Hermawan Handaka
pengelola Warung Bu Fat Teguh Sutrisno
Menyesap Kepala Manyung Khas Bu Fat, Artis hingga Presiden SBY Pernah Menikmatinya - warung-bu-fat-2_20160305_185658.jpg
Tribun Jateng/ Hermawan Handaka
suasana Warung Mangut Kepala Manyung Bu Fat selalu ramai saat jam makan siang datang.
Menyesap Kepala Manyung Khas Bu Fat, Artis hingga Presiden SBY Pernah Menikmatinya - mangut-6_20160305_190753.jpg
Tribun Jateng/ Hermawan Handaka
Mangut kepala manyung

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Priatmojo

TRIBUNJATENG.COM - Mangut dikenal sebagai makanan khas yang mudah ditemukan di jalur Pantai Utara (Pantura). Masakan berkuah santan dan berbahan ikan asap ini memang favorit.

Di Semarang, ada satu kuliner mangut yang cukup legendaris, yaitu mangut kepala ikan manyung Warung Bu Fat di Jalan Ariloka, Kelurahan Krobokan, Semarang Barat.

Suasana warung ini selalu ramai menjelang tengah hari. Deretan mobil berjajar rapi memenuhi tempat parkir. Sementara, di dalam warung, sejumlah kursi mulai dipenuhi pengunjung. "Pemandangan seperti ini biasa terjadi ketika jam makan siang tiba hingga menjelang sore," ucap pengelola Warung Bu Fat, Teguh Sutrisno, sambil menyeka keringat di dahi.

mangut-1
Suasana Warung Mangut Kepala Manyung Bu Fat selalu ramai saat jam makan siang datang. (tribun jateng/hermawan handaka)

Teguh merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara, pasangan Suyoso dan Fatimah. Dia menjadi generasi kedua yang melanjutkan usaha sang ibu, Bu Fat, yang memelopori menu mangut kepala ikan manyung di Semarang.

Menurut Teguh, Warung Bu Fat berdiri di awal 1969. Sebelum mulai merintis mangut, orangtuanya berjualan nasi rames untuk warga sekitar. Sebagai menu pendamping, mereka mencoba menyajikan mangut yang bahannya mudah ditemukan di sekitar warung. "Waktu itu sempat dianggap aneh karena menu mangut biasanya berbahan ikan pe atau ikan pari. Tapi, ibu malah memakai ikan manyung atau nama bekennya jambal roti," terangnya.

Seiring berjalannya waktu, menu ini malah disuka. Tak hanya pelanggan lama tetapi juga konsumen baru. Termasuk, artis ibukota dan tokoh politik. Di antaranya, Yovie Widiyanto, Hidayat Nur Wahid, M Nuh, Maruar Sirait, Purnomo Yusgiantoro sampai Ganjar Pranowo. Bahkan, mantan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun ketagihan.

mangut-2
Pilihan menu mangut yang tersedia. (tribun jateng/hermawan handaka)

"Pak SBY saja ketagihan. Saat menjadi presiden, sampai empat kali memesan lewat ajudan. Kalau Pak Ganjar, menu favoritnya sambal penyet ikan sembilang," urainya.

Keistimewaan dari menu ini adalah pilihan ukuran kepala ikan yang cukup besar. Meski bagian kepala, daging yang dihasilkan masih cukup banyak dan memiliki tekstur lembut. Soal rasa, menu berkuah kental ini bercita rasa gurih dan pedas.

Teguh mengatakan, untuk menjaga cita rasa pedas, takaran cabai yang digunakan selalu sama. Harga cabai yang fluktuatif tak pernah berpengaruh. "Mau harga cabai naik apa turun, kami tak pernah mengurangi takaran. Kepala ikan manyung yang kami gunakan pun hasil pengasapan baru. Kami benar-benar menjaga cita rasa," ujarnya.

Wajar saja jika pelanggan Warung Bu Fat tak pernah berkurang, bahkan bertambah. Agung, misalnya, sebulan sekali dia pasti datang ke Warung Bu Fat dan memesan menu mangut ikan manyung. "Rasanya juara. Cara mengolah kepala ikan manyung juga tepat sehingga bumbunya merasuk. Pedasnya juga pas, meski pedas tapi tidak membuat perut panas," ujar Agung yang sudah bertahun-tahun menjadi pelanggan Warung Bu Fat.

mangut-3
Kesibukan di dapur sesaat sebelum warung dibuka. (tribun jateng/hermawan handaka)

Menyesap untuk mendapatkan daging yang menempel di rongga kepala manyung menjadi cara asyik menikmati masakan ini.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved