Gurihnya Belalang Goreng Bangkalan Ini, Bisa Bangkitkan Vitalitas Lho
Kres...kres... begitulah bunyi renyah belalang goreng ketika disantap setelah digoreng.
TRIBUNJATENG.COM, BANGKALAN - Warga desa di Kecamatan Kwanyar, Bangkalan, Madura, Jawa Timur (Jatim) memiliki menu makan yang unik, yakni belalang goreng. SURYA.co.id berkesempatan mencoba menu makan 'purba' ini beberapa waktu lalu.
Kres...kres... begitulah bunyi renyah belalang goreng ketika disantap setelah digoreng.
Aneh memang, namun belalang goreng yang disajikan di atas piring di teras rumah Kepala Desa Sumur Kuning, Ainul Yakin sudah menjadi kebiasaan warga desa di Kecamatan Kwanyar, Bangkalan, Madura, Jawa Timur (Jatim).
"Rasanya gurih dan renyah, seperti udang," kata Kepala Desa Morkoneng Ainul Yaqin, Minggu (6/3/2016).
Sekilas, bentuk tubuh belalang usai digoreng mirip udang. Namun ketika diamati, bentuk belalang sangat jelas kendati tubuhnya telah dipotong menjadi dua bagian, kepala dan perut.
Potongan tubuh belalang-belalang ini dimasak dengan bumbu sederhana, yakni 1 siung bawang putih, 4 siuang bawang merah, garam, fetsin, dan cabai yang diulek sampai halus.
Kebiasaan menyantap makanan ini berlangsung sejak jaman nenek moyang. Ada kemungkinan, kebiasaan ini lahir karena warga desa setempat yang mayoritas bekerja sebagai petani.
"Penuturan kakek buyut saya, makan belalang sudah menjadi kebiasan warga sejaka dahulu kala. Para petani menangkap belalang di sawah lalu memanggangnya sebagai pengganti bekal makanan yang sudah habis. Belalang itu juga menggangu pertumbuhan padi," ungkapnya.
Di pasar desa, ibu paruh baya juga banyak yang menjual belelang mentah. Ribuan belalang itu dibungkus dengan jaring.
Belalang yang dijual dan disantap warga itu bukan sembarang belalang, namun belalang hijau (Atractomorpha Crenulata) yang berasal dari sawah. Belalang betina dewasa berukuran lebih besar daripada belalang jantan dewasa, yaitu 58-71 milimeter (mm). Sedangkan belalang jantan 49-63 mm dengan berat tubuh sekitar 2-3 gram.
"Saat (musim, red) penghujan, belalang mudah didapat. Saya menjualnya dalam kondisi masih hidup dan sudah terpotong - potong siap dimasak," ungkap Ny Hosna, salah satu penjual Belalang.
Untuk belalang yang sudah siap goreng itu, Ny Hosna membuang isi perut, sayap, betis yang berduri, dan bagian ekor. "Dijual Rp 10.000 per bungkus isi 100 ekor. Kalau sudah matang, jualnya rentengan. Satu renteng Rp 3 ribu," imbuhnya.
Ia mengaku beralih berjualan belalang lantaran pendapatannya sebagai buruh tani tidak cukup untuk membiayai kebutuhan keluarganya. Sebagai buruh tani, ia hanya mendapatkan Rp 30 ribu per hari.
"Saya sekarang bisa membawa pulang Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu setiap hari. Jauh lebih besar dari pendapatan saya sebagai buruh tani sebelumnya," tandas ibu dengan dua anak ini.
Sementara itu, penangkap belalang, Arifin (50) mengatakan, populasi belalang di desanya mulai berkurang. Ia terpaksa menangkap ke kawasan Sreseh, di Kabupaten Sampang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/belalang-goreng_20160306_224500.jpg)