Selasa, 9 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tips Menata Rumah Tusuk Satai Biar Penghuni Tetap Hoki

Tips Menata Rumah Tusuk Satai Biar Penghuni Tetap Hoki

Tayang:
Penulis: galih priatmojo | Editor: iswidodo
tribunjateng/hermawan handaka
Garasi mobil di tusuk satai 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Posisi rumah tusuk satai (tusuk sate) atau berada di titik pertemuan dua persimpangan jalan berbentuk huruf T seringkali dihindari calon pembeli atau penyewa. Rumah yang berada tepat di depan jalan lurus ini diyakini memengaruhi hoki penghuninya. .

Namun, tak demikian bagi Dimas. Karyawan sebuah kantor cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) itu justru membeli sebuah rumah yang memiliki posisi tusuk sate. Memang, kebetulan rumah tersebut berada tepat di belakang tempat tinggal Dimas. Kedua rumah yang dibangun di kawasan Pucang Gading, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, itu memiliki posisi saling membelakangi.

"Empat tahun lalu, rumah di belakang rumah pertama dijual. Kemudian kami beli dan bongkar agar keduanya menyambung. Luas keseluruhan sekarang jadi 400 meter persegi," ungkap Dimas.

Saat membangun ulang pada 2012 itu, Dimas membangun menjadi dua lantai. Lantai pertama digunakan sebagai ruang tamu, dapur dan garasi. Garasi ini sengaja ditempatkan di bagian rumah yang menghadap area tusuk sate agar area itu tetap aktif sebagaimana saran konsultan fengsui yang ditemui.

Selain menciptakan suasana aktif, Dimas mengurangi efek negatif di rumah tusuk sate lewat sentuhan warna cat tembok. Dia memilih warna hijau yang diyakini bermakna baik, termasuk menurut tradisi Jawa. "Menurut konsultan fengsui kami, rumah tusuk sate harus digunakan sebagai tempat berkegiatan, semisal ruang keluarga atau garasi. Karena kami telah memiliki ruang keluarga, akhirnya pilihan jatuh pada penempatan garasi. Warna yang disarankan juga hijau yang bermakna baik," imbuhnya.

Sementara, agar kegiatan keluarga lebih privasi, Dimas sengaja memusatkan di lantai dua. Keluarga pun lebih nyaman lantaran memiliki ruang bersama lebih luas. "Kami kan hampir semuanya sibuk bekerja. Kadang, kalau sampai rumah, penginnya istirahat dan butuh ruang privasi. Makanya, kami lebih senang di lantai dua karena nyaman dan tidak begitu terganggu," terangnya.

Untuk penataan interior, Dimas menggabungkan unsur tradisional dan modern. Unsur tradisional terlihat dari pemilihan bahan kayu untuk perabot krusi dan meja. Juga, jam berdiri yang terbuat dari kayu, diletakkan di pojok ruang tamu. Sedangkan unsur modern diwakili sofa di ruang tengah, di antara ruang tamu dan dapur. Dimas juga menempatkan minibar di ruangan tersebut sebagai hiasan sekaligus penyekat ruang.

Pemilik: Dimas
Alamat: Pucang Gading, Mranggen, Demak
Luas Bangunan: 400 meter persegi
Tipe Bangunan: dua lantai

"Kalau mini bar itu referensinya dari baca-baca di majalah tentang rumah, kok sepertinya menarik. Akhirnya, coba pasang di rumah ternyata bagus, multifungsi sebagai hiasan, tempat minum sekaligus penyekat antar ruang," katanya. (tribunjateng/galih priatmojo)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved