Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Hotel Club Bali Roboh

Selalu Ada Keajaiban dalam Bencana: Dewi 15 Jam Terkurung Reruntuhan Beton

ebanyak 8 korban berhasil selamat dari bencana ini. Korban terakhir yang selamat adalah Dewi (17). Dewi berhasil dievakuasi tim gabungan.

KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI
Petugas dari Basarnas saat melakukan evakuasi terhadap korban longsoran di reruntuhan hotel Club Bali, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (9/3/2016). (Dokumentasi Basarnas) 

CIANJUR, TRIBUNJATENG.COM - Longsor menimpa hotel Club Bali di kawasan Kota Bunga, di wilayah Desa Batu Lawang Kecamatan Cipanas, Cianjur, Rabu (9/3), sekitar pukul 00.15 dini hari. Sebanyak 11 orang tertimbun oleh reruntuhan hotel tiga lantai tersebut.

Bencana itu terjadi akbat tebing setinggi 20 meter ambrol. Tebing yang berjarak 50 meter di bagian selatan hotel, roboh menimpa bagian kiri hotel dan mendorongnya hingga bergeser dari fondasi. Akibatnya, sejumlah ruangan di lantai dua ambles ke lantai satu. Saat kejadian, malam itu, di lokasi sedang turun hujan gerimis.

Asep Suparman, Kepala BPBD Cianjur menjelaskan, kesebelas orang yang tertimbun adalah wisatawan lokal asal Jakarta yang sengaja datang untuk berlibur di hotel tertinggi di kawasan Kota Bunga itu. Sembilan korban di antaranya adalah keluarga beserta baby sitter dan sopir. Dua lainnya adalah pasangan suami istri.

"Sebanyak 8 korban berhasil selamat dari bencana ini. Korban terakhir yang selamat adalah Dewi (17). Dewi berhasil dievakuasi tim gabungan. Tiga sisanya kami belum menemukan tanda-tanda kehidupan mereka. Kami hanya bisa berdoa agar korban yang masih tertimbun hidup," ujar Asep Suparman, Kepala BPBD Cianjur di lokasi kejadian.

Basarnas, BPBD, TNI dan Polri mengevakuasi 8 orang, yakni sopir keluarga Susanto, Mistar (30), Lanny (34), kakak Lany, Elviana (36), anak Lanny Angelina (4) dan Ester (2,5), serta mertua Lanny, Bun Sin Kim (69). Terakhir, Basarnas mengevakuasi anak Lanny, Nastasya (7) dan baby sitternya, Dewi (17). Seluruhnya ditemukan di kamar nomor 124, kecuali sopir yang berada di ruang tamu hotel.

Tiga orang yang dinyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kehidupannya dalam reruntuhan bangunan itu adalah suami Lanny, Bun Susanto (36), serta pasangan suami istri Budi dan dr. May.

Evakuasi Natasya dan Dewi berjalan dramatis. Pasalnya, keduanya tertimpa reruntuhan beton-beton tebal. Basarnas mulai beroperasi mengevakuasi Natasya pada pukul 08.00 dan berhasil mengeluarkan bocah perempuan itu pada pukul 11.00. Evakuasi dilanjutkan dengan tujuan membawa keluar Dewi. Sejak pukul 11.00, Basarnas mengeluarkan Dewi pada pukul 14.45. Keduanya langsug dibawa ke RSUD Cimacan menggunakan ambulans.

"Yang paling susah evakuasi yang kedua (Dewi). Gara-garanya, Dewi tertimpa dinding kamar dan lantai kamar di lantai II itu ambles ke lantai I," ujar Primus Paembonan, anggota Kantor Pusat Basarnas sambil mengeringkan keringatnya. Primus adalah orang yang secara langsung masuk ke celah-celah reruntuhan dimana Dewi tertimbun, dan berhasil mengeluarkannya.

Evakuasi Dewi berjalan sangat haru. Nyaris 15 jam Dewi tertimbun reruntuhan, sebelum benar-benar diselamatkan, melalui celah seadanya, Basarnas memasangkan helm ke kepala Dewi, dan memberikannya asupan minum. Dengan beragam peralatan, mulai dari gergaji mesin, martil, dan alat pemotong lainnya, evakuasi dilakukan.

Begitu tubuh Dewi diangkat oleh anggota Basarnas, suasana hadirin langsung senyap. Seluruh pandangan tertuju pada proses dibawanya Dewi ke mobil ambulans yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi Evakuasi.

Mencari 3 korban terakhir, tim mengerahkan satu unit backhoe untuk menghancurkan sejumlah bangunan yang dianggap sulit ditembus dengan cara-cara manual. Backhoe berwarna hijau mesti mencapai tempat yang cukup tinggi untuk mencapai halaman depan hotel. Alhasil, lapangan tenis dihancurkan untuk dijadikan jalan bagi kendaraan berat ini.

Kapolres Cianjur, Asep Guntur Rahayu menuturkan, pengerahan alat berat dilakukan untuk memudahkan proses pencarian. "Akan memakan waktu lama jika tidak mengunakan alat berat. Selain itu, akan berbahaya karena bangunan ini (hotel) nampaknya masih rawan pergerakan," ujarnya di lokasi evakuasi.

Ketiga korban, kata Kapolres berada di dua kamar. Satu orang di kamar 124 yakni Bun Susanto, dan dua lainnya, Budi dan dr. May berada di kamar 125.

Selain menimbun 11 korban, reruntuhan juga menimbun 6 unit kendaraan roda empat dan 2 unit kendaraan roda dua. BPBD mencatat 6 ruangan di lantai II rusak berat dan menghancurkan sejumlah ruangan di lantai I.

Evakuasi dihentikan

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved