Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

BPBD Jateng Rakor Pemetaan Daerah Rawan Kekeringan Di Pemalang Dan Brebes

BPBD Jateng Rakor Pemetaan Daerah Rawan Kekeringan Di Pemalang Dan Brebes

Penulis: fajar eko nugroho | Editor: iswidodo
tribunjateng/fajar eko nugroho
BPBD Jateng Rakor Pemetaan Daerah Rawan Kekeringan Di Pemalang Dan Brebes, Selasa 15 Maret 2016 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Fajar Eko Nugroho

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Guna mengantisipasi bencana alam kekeringan di wilayah Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Brebes, BPBD Provinsi Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama pihak terkait.

Adapun kegiatan dimaksud untuk menyusun peta risiko bencana kekeringan di wilayah Kabupaten Brebes dan Kabupaten Pemalang. Selain itu, juga menyamakan presepsi dan kesepahaman dalam mengantisipasi bahaya bencana secara dini.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Provinsi Jateng Slamet Wibowo mengatakan, bahwa Rakor tersebut perlu dilakukan dalam kesempatan pertama, mengingat bencana alam dapat terjadi kapan saja, dimana saja dan menimpa siapa saja, sehingga kesiapsiagaan dalam mengantisipasi kejadian itu sangat diperlukan guna mengurangi resiko.â

Ia menjelaskan, langkah yang ditempuh melalui rakor tersebut sangat bagus, sehingga semua pihak yang hadir agar lebih serius dalam mengikutinya. "Saya ajak kita semua harus memaknainya sebagai sikap proaktif dan tanggung jawab dengan melakukan langkah antisipatif, pencegahan dan penanganan agar kelak terjadi bencana, kita semua sudah mempunyai pemahaman dalam mengatasinya," ujar Slamet Wibowo.

Menurut dia, saat ini sebagian daerah di Indonesia termasuk wilayah Pantura Barat pada bulan April-Oktober tahun 2015 lalu mengalami bencana kekeringan akibat perubahan iklim (el nino).

"Maka penting bagi aparatur, masyarakat maupun seluruh stakholder agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bencana. Karena tahun 2016 ini, sebagian wilayah Pantura barat Jateng ini terindikasi mengalami dampak elnino yang berdampak pada aspek sosial masyarakat. Jangan kita menganggap remeh. Karena itu butuh penanganan serius agar tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat," jelasnya.

Setelah menggelar Rakor itu, diharapkan bagi pihak-pihak terkait dapat melaporkan bagaimana hasil pemetaan daerah-daerah rawan kekeringan tersebut.

"Setelah Rakor ini, kami akan mendatangi satu per satu setiap pihak yang terkait untuk meminta hasil pemetaan wilayah kekeringan diwilayah masing-masing. Setelah itu, kami akan update lagi peta daerah rawan kekeringan yang sudah terakhir dibuat pada tahun 2012 lalu. Sehingga kedepan agar dapat digunakan untuk membantu pemerintah menganalis, membuat kebijakan dan anggaran untuk korban bencana agar tepat sasaran," paparnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved