Sekolah di Semarang Ini Tawarkan Pendidikan Gratis Untuk Warga Kurang Mampu

Saratnya mudah, hanya dengan membawa surat keterangan tidak mampu dari RT dan RW

Sekolah di Semarang Ini Tawarkan Pendidikan Gratis Untuk Warga Kurang Mampu - citi-school_20160318_140134.jpg
Tribun Jateng/Rival Al Manaf
Citi School
Sekolah di Semarang Ini Tawarkan Pendidikan Gratis Untuk Warga Kurang Mampu - citi-school_20160318_140214.jpg
Tribun Jateng/Rival Al Manaf
Kegiatan siswa Citi School

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sekolah gratis bagi warga kurang mampu masih banyak dibutuhkan.

Hal itu coba dijawab oleh sekolah Nasional Citi School yang menawarkan pendidikan gratis untuk semua kalangan tanpa memandang ras, suku, dan agama.

Hal itu dipaparkan Kepala Sekolah Citi School Drs Edi Sukijan

"Saratnya mudah, hanya dengan membawa surat keterangan tidak mampu dari RT dan RW dan ikut seleksi masuk, jika lolos maka akan kami gratiskan dari semua beban keuangan seperti uang gedung hingga SPP Bulanan," Edi Sujikan ketika ditemui di Sekolah yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso Nomor 9, Semarang, Jumat (18/3/2016).

Sekolah gratis memang diberikan kepada calon siswa tidak mampu oleh sekolahnya sejak tahun 1992.

Edi menjelaskan pendidikan gratis diberikan untuk calon siswa yang tidak mampu yang dibuktikan dengan surat keterangan miskin tersebut.

Jika memang tidak bisa menunjukkan, maka akan dikenakan SPP dalam batas semampunya.

"Kita yang gratis full ada 50 persen di jenjang SMP dan 25 persen di jenjang SMA, meski demikian yang membayar SPP juga ada namun kami sesuaikan dengan kemampuan orang tua siswa, yang satu bulan hanya 50 ribu rupiah juga ada," terang Edi lebih lanjut.

Saat ini Citi School memiliki tenaga pendidik tetap sebanyak 30 orang yang mengajar dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA.

Dengan jumlah tersebut, mereka membatasi hanya membuka satu kelas di setiap tingkatan pendidikan dan daya tampung maksimal hanya 25 anak saja.

"Hal itu kami lakukan juga untuk menjaga kualitas pendidikan yang kami berikan, karena sebenarnya dengan jumlah siswa yang semakin sedikit maka kedekatan dan penjelasan guru dan murid akan lebih terjalin intens," imbuh Edi.

Tahun ini menurutnya sudah ada beberap pendaftar namun belum sepenuhnya mengumpul dokumen dan belum menjalanai seleksi. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: a prianggoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved