Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Didik Nini Thowok Menari Diiringi Gamelan Berusia Seabad Lebih yang akan Tutup Usia

"Nama Tionghoa saya Lani. Nama lengkapnya Nggilani," canda Didik Nini Towok

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muslimah
Tribun Jateng/mamdukh adi priyanto
Didik Nini Thowok menari diiringi Gamelan Kiai Nggowe 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM, REMBANG - Suasana Lawang Ombo, Soditan, Lasem, Rembang tak seperti biasanya. Klonengan bunyi gamelan terdengar dari bangunan yang memiliki arsitektur akulturasi Jawa dan Tiongkok itu.

Penari kenamaan asal Yogyakarta, Didik Nini Thowok berlenggak lenggok mengikuti alunan gamelan yang dinamai Kiai Nggower.

Kiai Nggower merupakan gamelan yang dianggap menjadi pusaka orang Jawa dan orang Tiongkok Lasem sebagai simbol persahabatan dan toleransi budaya. Sudah seabad lebih usia sang kiai.

Gamelan laras pelog itu akan tutup usia karena empunya gamelan akan menjualnya. Pementasan tari itu merupakan pertunjukan terakhir Kiai Nggower.

Dalam pementasan itu, Didik Nini Thowok menampilkan Tari Gambyong. Menurutnya, Tari Gambyong menggambarkan seorang remaja wanita yang sudah matang.

Terlihat saat dia menari, gerakan tubuhnya menggambarkan seorang perempuan yang mengganggu seorang lelaki. Dengan gaya centilnya, Didik menggerakan pantat dan mengedipkan mata ke arah penonton lelaki.

"Meskipun sudah tua, saya tampak remaja," kelakar pria bernama asli Didik Hadi Prayitno itu usai pementasan.

Dengan balutan batik khas Lasem warna merah, ia menamai dirinya Nyai Lasem. Ia mengatakan merupakan keturunan Tionghoa mengingat di Lasem banyak berdiam keturunan Tionghoa.

"Nama Tionghoa saya Lani. Nama lengkapnya Nggilani," candanya.

Selain Didik, beberapa komunitas tari juga menyuguhkan tarian yang diiringi Gamelan Kiai Nggower.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved